Ragu-Ragu vs Ingkar

Kaum bumi datar sering mengaku bahwa mereka adalah orang yg tidak mudah percaya begitu saja pada info yg mereka terima. Mereka selalu meragukan kebenaran yg telah diterima dan diakui oleh banyak orang, bahkan oleh orang sedunia sekali pun. Itu sebabnya mereka selalu meminta bukti kebenaran atas setiap info atau berita atau ilmu yg mereka terima, termasuk pelajaran yg mereka terima di sekolah. Jika perlu, mereka akan riset sendiri untuk membuktikannya.

Sikap ragu-ragu tersebut, atau disebut juga skeptis (sceptic), adalah mempertanyakan lalu diikuti keinginan untuk mencari bukti yg benar. Skeptis adalah sikap yg bagus dan penting, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan akademik dan ilmiah. Dengan sikap tersebut kita bisa terhindar dari info bohong (hoax) atau info tak jelas (sumir) sehingga kita hanya menerima info yg pasti dan benar saja. Kita bisa menyaring info-info sampah yg tak berguna.

Namun faktanya, sikap kaum bumi datar sebenarnya bukan sikap skeptis. Yg sebenarnya dilakukan kaum bumi datar adalah sikap ingkar, atau disebut juga penolakan (denial). Ingkar sangat berbeda dengan skeptis. Ingkar itu dengan kukuh meyakini sebuah info benar atau salah lalu menolak segala bukti yg menyatakan sebaliknya. Skeptis itu meragukan sebuah info benar atau salah hingga info tersebut terbukti benar atau salah. Beda sekali bukan?

Contohnya, kaum bumi datar amat yakin sekali bahwa Bumi itu datar. Ada begitu banyak bukti ilmiah yg menunjukkan Bumi bulat, begitu banyak fakta yg menunjukkan Bumi memang bulat, jutaan ilmuwan sedunia yg membuktikan Bumi bulat, tapi mereka tetap kukuh pada keyakinannya bahwa Bumi itu datar. Tak ada satu pun penjelasan, pengukuran, perhitungan, foto, bahkan video, yg menunjukkan Bumi bulat yg mereka terima. Yg mereka lakukan adalah menolak semua bukti dan fakta Bumi bulat. Itu sikap ingkar, bukan skeptis.

Di sisi lain, ketika kaum bumi datar ditanya bukti ilmiah dan fakta bumi datar, mereka selalu menghindar atau menolak menunjukkannya. Mereka pun tidak pernah mau menjelaskan secara rinci dan lengkap tentang bumi datar. Penolakan mereka untuk menunjukkan fakta dan menjelaskan bumi datar adalah bukti bahwa bumi datar adalah dogma hasil indoktrinasi saja. Korban indoktrinasi memang umumnya mengingkari semua yg bertentangan dengan doktrin yg mereka yakini karena doktrin tidak berdasarkan bukti dan tak butuh penjelasan.

science_flicc.png

Doktrin atau dogma tak akan pernah bisa menyalahkan sains, apalagi meruntuhkan sains. Seperti yg sudah berulang kali saya sampaikan, sains itu berdasarkan bukti ilmiah dari riset ilmiah yg diakui ilmuwan sedunia. Sains tidak berdasarkan dogma atau keyakinan sebab dogma adalah pengakuan kebenaran tanpa perlu pembuktian apa pun. Selamanya dogma tidak akan “kompatibel” dengan sains sehingga dogma tidak mungkin “menang” melawan sains.

Menjadi ironis ketika kaum bumi datar justru menuduh orang-orang yg menanyakan bukti dan fakta bumi datar sebagai orang-orang yg tidak berpikir terbuka, korban indoktrinasi sains buatan NASA, serta bersikap denial. Kaum bumi datar yg menutup pintu akal pada ilmu yg benar, menolak bukti ilmiah Bumi bulat, serta mengingkari fakta alam yg begitu jelas, tetapi malah orang lain yg dituduh. Mereka menuduh orang lain atas apa yg mereka lakukan sendiri. Konyol bukan?

Sebenarnya kita semua sepakat bahwa sikap yg benar adalah skeptis, bukan ingkar. Yg jadi masalah adalah kaum bumi datar punya definisi sendiri atas istilah-istilah umum yg berbeda dengan yg dipahami manusia pada umumnya. Ternyata, yg dimaksud kaum bumi datar dengan skeptis adalah ingkar dan ingkar adalah skeptis. Kaum bumi datar memang pikirannya serba terbalik, yg benar disalahkan dan yg salah dibenarkan, yg fakta dibilang hoax dan yg hoax dibilang fakta.

Salam akal sehat! 😊

_____
Gambar diambil dari sini.