Bumi Datar Adalah Candu

Seperti yg pernah saya tulis sebelumnya, di antara 5 jenis kaum bumi datar, yg paling militan membela waham bumi datar adalah kelompok mabuk agama. Yg paling militan kedua adalah kelompok kaum bumi datar sakit jiwa yg jadi karbon, eh… korban teori konspirasi elit global. Walaupun basisnya beda, satunya agama dan yg lain teori konspirasi, tapi keduanya sama-sama berbasis keyakinan alias dogma, yg tentu saja tidak memiliki bukti ilmiah apa pun. 

Melihat tingkat militansi kaum bumi datar yg sudah seperti militansi teroris berbasis agama, saya punya hipotesis begini… 

braindead

Dalam kehidupan nyata, bani datar* adalah orang-orang yg bodoh, miskin, dan lemah. Tingkat pemahaman ilmunya rendah, di bawah rata-rata orang yg lulus SMA/SMK, hanya setara lulusan SD saja. Tingkat kesejahteraannya juga rendah, dengan penghasilan di bawah standar UMR/UMK. Tingkat partisipasi sosialnya pun rendah, orang-orang yg terpinggirkan karena kebodohan dan kemiskinan mereka sendiri. Maka mereka pun jadi orang yg rendah diri dan anti-sosial alias minder dan penakut. Intinya, mereka hanyalah orang-orang yg gagal dalam hidupnya. 

Untunglah jaman sekarang sudah ada internet dan media sosial. Kaum bumi datar pun berusaha kabur dari kenyataan hidup yg pahit dengan tampil berbeda di media sosial, walaupun dengan kuota terbatas seadanya. Di media sosial, mereka tampil seolah jadi orang yg pintar, kaya, dan kuat. Caranya dengan bikin akun palsu serta foto-foto asal comot dari internet yg didaku foto sendiri sebagai “bukti”. Tapi itu tidak cukup karena di internet jaman sekarang, semua orang bisa tau siapa anda sebenarnya. Istilahnya, “on the internet, everybody knows you are a dog”, untuk mengolok-olok orang yg tampil palsu di media sosial.

Lalu muncul buku “Teori Konspirasi Bumi Datar” buatan orang asing bernama Eric Dubay yg diduga atheis, freemason, dan pelaku LGBT. Buku Eric Dubay cukup bikin heboh di luar negeri dan memicu munculnya gerakan “kesadaran bumi datar” di beberapa negara. Namun buku itu tidak laku di Indonesia, hingga munculnya serial video “pencerahan” di kanal Youtube “Flat Earth 101” buatan akun palsu bernama Bos Darling, yg kurang lebih isinya sama dengan buku Eric Dubay. Keduanya sama-sama orang bodoh yg awam sains. Bedanya, video FE-101 memadukan waham bumi datar dengan “kearifan lokal” berbungkus dalil-dalil agama. Lalu bani datar di sini –seperti biasa– ikut-ikutan heboh bikin gerakan kesadaran bumi datar.

Video FE-101 bagaikan pucuk dicinta ulam pun tiba bagi kaum bumi datar. Bani datar pun dengan sangat mudah (bahkan dengan sukarela) terhasut hoax alias waham bumi datar. Begitu mereka jadi korban waham bumi datar, mereka pun resmi mengaku sebagai kaum bumi datar. Propaganda waham bumi datar dan elit global dengan efek suara narator yg memukau di video FE-101 mampu ciptakan ilusi bagi bani datar. Ilusi yg mereka dambakan yaitu membuat mereka seolah jadi pintar, kaya, dan kuat, serta pemberani. Ilusi yg membuat mereka seolah jadi pemenang dan sukses dalam kehidupan.

Waham bumi datar membuat bani datar mendadak “pintar” karena berani menolak sains yg telah diakui dunia, walaupun nyatanya mereka bodoh soal sains. Membuat bani datar mendadak “kaya” karena berani menolak bank, walaupun nyatanya utang mereka bertumpuk. Membuat bani datar mendadak “kuat” dengan slogan “people power” yg berani melawan kuasa elit global, walaupun nyatanya people power hanyalah powerless people yg tak sanggup mengubah atau melawan apa-apa. Ilusi demi ilusi yg diciptakan oleh serial video FE-101 lama-lama menjadi candu. Candu yg memabukkan sekaligus mematikan akal bani datar.

Namun sekuat apa pun ilusi tetaplah ilusi, bukan kenyataan sebenarnya. Ilusi waham bumi datar tidak bisa mengubah fakta bahwa bani datar hanyalah orang-orang bodoh, miskin, dan lemah serta pengecut. Itu sebabnya bani datar betah berlama-lama di media sosial, sukarela membenamkan kepala mereka ke dalam kubangan lumpur waham bumi datar, serta menghibur diri dengan video-video hoax bumi datar dan konspirasi elit global. Candu bumi datar bisa melupakan kenyataan hidup yg pahit. Tiada hari tanpa candu bumi datar. Sehari tanpa candu, mereka pun sakaw.

Karena telah menjadi candu, kaum bumi datar harus selalu membela waham bumi datar dengan segala cara, bahkan yg tak bermoral sekali pun, seperti membuat fitnah dan membual serta menghina ilmuwan dan ahli agama sedunia. Jika waham bumi datar runtuh maka mereka akan kehilangan candu. Tanpa candu, mereka terpaksa harus kembali ke kehidupan nyata di mana mereka hanyalah orang-orang yg bodoh, miskin, dan lemah. Kaum bumi datar hanya bisa hidup di dunia maya saja dan tidak akan berani muncul di dunia nyata. Jangan pernah berharap bani datar akan tampil debat terbuka melawan para akademisi dan ilmuwan profesional. Mustahil!

Kaum bumi datar yg sudah kecanduan sangat sulit disadarkan, sama sulitnya dengan menyadarkan teroris berbasis agama untuk kembali ke ajaran agama yg benar. Segala penjelasan sains dan bukti ilmiah tidak akan mampu menghilangkan kecanduan mereka. Butuh penanganan khusus dan ekstra agar mereka bisa kembali ke jalan ilmu yg benar. Tapi kita tidak perlu repot-repot, biarkan saja mereka yg sudah kecanduan. Yg perlu kita lakukan adalah mencegah orang-orang yg belum terpapar waham bumi datar agar terhindar dari candu yg merusak akal tersebut. Caranya dengan terus berbagi info sains yg benar di grup bumi datar.

Salam akal sehat! 😊

__________
* Saya sebut mereka bani datar untuk memudahkan saja karena sebelum ada gerakan bumi datar mereka tidak punya nama.