Teori Evolusi dan Ahli Agama – #1

# BAGIAN 1

Salah satu teori ilmiah yg paling dan masih mengundang kontroversi publik adalah teori evolusi yg dicetuskan secara ilmiah pertama kali oleh ilmuwan biologi berkebangsaan Inggris, Charles Darwin. Darwin beragama Kristen Anglikan, bukan atheis seperti dugaan banyak orang. Darwin melakukan penelitian ilmiah biologi tentang keragaman hewan di Kepulauan Galápagos, Ekuador, pada tahun 1835. Hasil riset ilmiahnya kemudian terbit sebagai jurnal ilmiah sekaligus buku yg berjudul “On The Origin of Species” (Asal-Usul Makhluk Hidup) pada tahun 1859. Buku inilah yg menjadi dasar Teori Evolusi Darwin.

Origin_of_Species-original.jpg
Cetakan pertama “On The Origin of Species by Means of Natural Selection” oleh Charles Darwin, tahun 1859.

Pemikiran asal-usul makhluk hidup sebenarnya telah dipikirkan oleh banyak ilmuwan jauh sebelum Darwin, termasuk dari ilmuwan muslim klasik. Ada beberapa nama ilmuwan muslim klasik yg sudah memiliki gagasan evolusi dalam karya-karya ilmiah mereka. Ilmuwan muslim asal Irak, Al-Jahiz (Abu Usman Amr Bahr Alkanani al-Bisri), dalam bukunya “Al-Hayawan” (Hewan) yg terbit sekitar 1000 tahun sebelum Darwin telah menyatakan bahwa faktor lingkungan alam membuat hewan mengembangkan karakteristik baru untuk bertahan hidup dan meneruskan perubahan karakter tersebut pada keturunannya. Al-Jahiz disebut-sebut sebagai ilmuwan pertama yg mengajukan gagasan evolusi dalam sebuah karya ilmiah.

Salah satu ilmuwan muslim terkenal asal Tunisia, Ibn Khaldun (Abū Zayd ‘Abd ar-Raḥmān ibn Muḥammad ibn Khaldūn al-Ḥaḍramī), dalam bukunya yg fenomenal “Al-Muqaddimah” (Pendahuluan) yg terbit pada tahun 1377, telah menyatakan bahwa proses penciptaan makhluk hidup dimulai dari unsur-unsur dasar yg berubah secara alami dan bertahap menjadi mineral kemudian menjadi tanaman dan hewan. Dunia hewan terus berkembang hingga akhirnya tercipta manusia yg mampu berpikir cerdas. Selain biologi, buku ini juga membahas ilmu lainnya seperti filosofi, sejarah, kimia, sosial, politik, militer, dan ilmu agama Islam seperti kajian hadits, fiqh, dan syariah. Bahasan yg luas itulah yg membuat buku ini fenomenal.

Bust_of_Ibn_Khaldun
Patung Ibn Khaldun.

Ilmuwan muslim klasik lainnya adalah Ibn Miskawayh (Abū ʿAlī Aḥmad ibn Muḥammad ibn Yaʿqūb ibn Miskawayh) berasal dari Persia (Iran) dalam bukunya berjudul “Al-Fawz al-Kabir” (Kemenengan Besar) yg terbit sekitar 800 tahun sebelum Darwin, telah menyatakan bahwa pada awalnya Tuhan menciptakan unsur dasar (zat) dan energi yg kemudian berubah menjadi air, mineral, dan bebatuan; yg kemudian berkembang menjadi tanaman; yg kemudian berkembang menjadi hewan sejenis kera; yg kemudian berkembang menjadi manusia purba hingga menjadi manusia masa kini (modern); lalu manusia kelak akan menjadi malaikat dan akhirnya kembali pada Tuhannya. Semuanya berasal dari Tuhan dan akan kembali lagi ke Tuhan.

Selain itu ada ilmuwan muslim Muhammad Al-Nakhshabi, dari Asia tengah, pada abad ke-10 telah mengajukan gagasan bahwa manusia berasal dari hewan, hewan berasal dari tanaman, tanaman berasal dari organisme rumit, organisme berasal dari mineral, mineral berasal dari unsur-unsur dasar, dan unsur-unsur dasar itu berasal dari langit. Ada Muhammad ibn Arabi, ilmuwan muslim dari Andalusia (Spanyol), pada abad ke-12 juga mengajukan gagasan serupa yg disebutnya “kesatuan keberadaan” (unity of existence) yaitu seluruh makhluk hidup di dunia terhubung satu dengan yg lainnya [dalam proses penciptaan]. Demikian pula ilmuwan non-muslim (umumnya kristen) pun banyak yg telah mengajukan gagasan evolusi jauh sebelum Darwin. Jadi, gagasan evolusi makhluk hidup bukanlah gagasan yg benar-benar baru atau murni dari Darwin.

darwin_finches_galapagos
Keragaman burung finch di Kepulauan Galapagos yg diamati Darwin.

Namun baru gagasan Darwin yg diakui sebagai teori ilmiah dalam dunia sains karena Darwin adalah ilmuwan pertama yg berhasil membuktikan gagasannya. Ilmuwan lain sebelum Darwin hanya mengajukan gagasan saja tanpa bukti yg cukup. Riset ilmiah Darwin kemudian diakui sebagai teori ilmiah (hipotesis yg terbukti benar). Teori evolusi Darwin atau lengkapnya adalah teori evolusi melalui seleksi alam menyatakan bahwa evolusi adalah proses berubahnya makhluk hidup seiring waktu akibat perubahan fisik atau perilaku yg diwariskan yg mana perubahan tersebut membuat makhluk hidup bisa beradaptasi terhadap lingkungannya sehingga mampu bertahan hidup lebih lama dan menghasilkan lebih banyak keturunan.

Riset-riset ilmiah selanjutnya dari banyak ilmuwan sedunia semakin membuktikan bahwa evolusi betul-betul terjadi di alam. Teori evolusi modern telah berkembang jauh melampaui teori Darwin. Pembuktian evolusi modern melibatkan banyak disiplin ilmu, seperti arkeologi, geologi, genetika, mikrobiologi, embriologi, dsb. Evolusi tidak hanya terbukti sebagai teori ilmiah saja tetapi sudah diakui sebagai fakta alam. Sama seperti bentuk Bumi bulat yg dulu hanya diakui sebagai teori ilmiah namun kini telah terbukti sebagai fakta alam. Tidak ada keraguan sedikit pun tentang kebenaran evolusi. Dalam dunia sains, tidak ada kontroversi tentang evolusi. Bahkan teori evolusi telah diterapkan dalam berbagai bidang industri, seperti obat-obatan, kesehatan, pertanian, peternakan, bahkan sistem informasi.

bersambung…

Iklan