Mata Uang Tunggal Sedunia

Di akhir Maret yg lalu, Bos Darling melepas video FE-101 episode 18 berjudul “Teror Virus Corona”. Secara singkat, inti video itu berusaha menunjukkan bahwa virus Corona adalah bentuk teror yg dibuat oleh Elit Global untuk menakut-nakuti seluruh manusia sedunia. Teror virus Corona akan menimbulkan kepanikan di seluruh dunia yg berujung pada krisis ekonomi global. Tujuan akhir yg ingin dicapai adalah kendali sistem mata uang tunggal sedunia oleh Elit Global sebagai solusi mengatasi krisis ekonomi global.

Jadi ada tiga hal penting dari video tersebut, yaitu teror virus Corona (masalah), krisis ekonomi global (reaksi), mata uang tunggal (solusi). Saya tidak akan membahas virus Corona karena jika anda mengikuti informasi sains yg benar, pasti paham bahwa semua yg disampaikan dalam video itu adalah hoax alias bohong. Kiat lama Bos Darling di video-video sebelumnya masih digunakan di sini yaitu quote mining (kutipan dengan pelintiran) dan reframing (pengubahan konteks dan makna). Saya juga tidak akan membahas krisis ekonomi global karena itu adalah konsekuensi dari sebuah pandemi (wabah penyakit global) seperti wabah Covid-19 (penyakit akibat virus Corona) ini.

Faktanya, virus Corona bukanlah buatan manusia atau pihak-pihak tertentu dengan tujuan jahat. Corona adalah perubahan alami (evolusi) dari virus sejenis yg telah ada sebelumnya, yaitu MERS dan SARS. Di jaman modern ini, pergerakan manusia dalam skala global terjadi sangat cepat, maka epidemi bisa berkembang jadi pandemi dalam waktu singkat. Setelah terjadi pandemi maka krisis ekonomi global hanya masalah waktu saja, jika tidak segera ditangani secara cepat dan tepat. Negara yg meremehkan wabah akan mendapat kerugian besar, seperti Italia, Iran, dan Amerika Serikat. Itu bukan ulah elit global, tapi memang sifat alami manusia (human nature).

corona-amino-acid.png
Salah satu bukti kebohongan dan kebodohan Bos Darling dalam video episode 18.

Yg ingin saya bahas adalah mata uang tunggal sedunia. Menarik karena itu bukanlah hoax. Gagasan tersebut sudah disampaikan para ahli ekonomi sejak abad ke-18 dan masih sesekali dimunculkan hingga hari ini, terutama jika terjadi krisis ekonomi. Bukan hanya gagasan, mata uang tunggal bahkan telah diterapkan dalam skala yg lebih kecil di wilayah tertentu (regional). Contoh nyata adalah mata uang Euro yg berlaku di sebagian besar negara Eropa. Namun penerapan Euro menunjukkan mata uang tunggal tidaklah seindah yg dibayangkan. Tuduhan Bos Darling bahwa elit global akan menerapkan mata uang tunggal sedunia perlu dipertanyakan dan dikaji lebih jauh.

Kendala penerapan mata uang tunggal sedunia sebenarnya sudah dijelaskan oleh Robert Mundell, seorang ahli ekonomi yg mendapat Nobel bidang Ekonomi pada tahun 1999, bahwa dunia tidak seharusnya menerapkan mata uang tunggal jika tidak memenuhi syarat Wilayah Mata Uang Optimal (optimum currency area). Ada banyak syarat yg harus dipenuhi, namun saya coba sederhanakan menjadi tiga hal utama saja, yaitu:

1. Sistem sosial politik yg tunggal dan universal. Ada banyak sistem sosial politik yg pernah ada di dunia, tetapi kecenderungan jaman modern mengarah pada sistem demokrasi dan liberal berbasis kemanusiaan yg dianut banyak negara di dunia saat ini. Sistem sosial politik tunggal mensyaratkan sistem negara dan pemerintahan yg tunggal pula. Artinya, seluruh negara di dunia bergabung menjadi sebuah negara tunggal atau nasionalisme global. Sistem ini serupa (tapi tak sebangun) dengan sistem Khilafah berbasis agama Islam yg kerap digembar-gemborkan kalangan tertentu.

2. Sistem ekonomi dan keuangan yg tunggal dan universal. Ada banyak sistem ekonomi yg pernah ada di dunia, tetapi di jaman modern ini hampir seluruh negara di dunia menerapkan kombinasi kapitalisme dan sosialisme yg berbasis modal disertai pertanggung-jawaban sosial. Sistem ekonomi adalah fondasi mata uang tunggal. Artinya, kebijakan keuangan harus berlaku sama di seluruh dunia untuk menjamin ekonomi yg adil dan merata. Ini pun serupa (tapi tak sebangun) dengan mata uang Dinar/Dirham yg juga berbasis agama Islam yg kerap digembar-gemborkan kalangan tertentu.

3. Sistem hukum dan keamanan yg tunggal dan universal. Setiap negara tentu punya sistem hukum masing-masing, tetapi di jaman modern ini hampir seluruh negara di dunia telah menerapkan sistem hukum berdasarkan keadilan sosial dengan standar hak azasi manusia yg universal. Artinya, sistem hukum tunggal harus menjamin setiap manusia punya kedudukan yg sama dan adil di depan hukum. Ini pun serupa (tapi tak sebangun) dengan sistem hukum Syariah yg lagi-lagi berbasis agama Islam yg kerap digembar-gemborkan oleh kalangan tertentu.

single-world-currency.jpg
Sampul majalah The Economist edisi Januari 1988 membahas mata uang tunggal sedunia.

Jika salah satu, apalagi ketiganya, tidak terpenuhi maka mewujudkan mata uang tunggal bukan saja sulit tetapi mustahil. Tanpa adanya kondisi sosial politik yg stabil dan terkendali, akan timbul gejolak sosial yg akan jadi kekacauan sosial di masyarakat. Tanpa adanya sistem ekonomi dan keuangan yg kuat dan merata, akan timbul ketimpangan dan kesenjangan ekonomi yg jadi kekacauan ekonomi di masyarakat. Tanpa adanya sistem hukum yg adil dan setara, akan timbul ketidak-adilan yg jadi kekacauan hukum di masyarakat. Kekacauan akan merusak segalanya. Yg terbaik tentu tiga syarat harus terpenuhi.

Dengan mengikuti logika ala Bos Darling, jika ketiga syarat tidak terpenuhi maka muncul masalah yaitu politik yg korup, ekonomi yg timpang, dan hukum yg tak adil. Masalah akan memancing reaksi berupa kekacauan sosial, kerusuhan ekonomi, dan ketidak-pastian hukum yg akan berkembang menjadi resesi, krisis, bahkan kerusuhan global. Hanya ada dua solusi. Pertama, elit global membatalkan atau menunda mata uang tunggal hingga kondisi dunia memenuhi syarat. Kedua, elit global tetap mewujudkan mata uang tunggal ala New World Order (NWO) seperti yg dikatakan oleh Bos Darling.

Elit global harus mampu memenuhi tiga syarat tersebut, sebab jika tidak maka NWO akan runtuh akibat kegagalannya sendiri. Apa mungkin elit global mengambil resiko yg begitu fatal? Tentu tidak. Jika elit global mampu mewujudkan NWO yg stabil, kuat, dan adil bagi seluruh masyarakat dunia, siapa mau menolak? Bukankah sistem kehidupan yg damai, sejahtera, dan adil adalah keinginan semua orang? Bukankah itu juga yg ingin diwujudkan oleh semua sistem politik, ekonomi, dan hukum yg pernah ada di dunia? Itu mimpi seluruh manusia, yaitu masyarakat madani. Jika memang itu yg akan diwujudkan oleh elit global melalui NWO-nya, maka saya bukan saja setuju tapi juga dengan senang hati ikut membantu mewujudkannya.

Catatan: Untuk sementara kita lupakan dulu bahwa Bos Darling juga menuduh elit global adalah kelompok jahat yg ingin menyengsarakan manusia dengan menjadikan seluruh manusia sebagai budak-budak elit global melalui penyebaran penyakit, perang dunia, dan kerusakan global. Mana ada sih kelompok jahat yg malah ingin mewujudkan masyarakat madani? Bukankah itu malah kontradiksi dengan tuduhan sebelumnya? Tapi mungkin saja elit global sudah tobat dengan taubatan nasuha dan berubah jadi kelompok baik bak malaikat yg ingin memakmurkan manusia sedunia. Semoga.

NWO.png
Logo New World Order (NWO).

Namun sebelum bermimpi lebih jauh, mari kita kembali ke dunia nyata. Fakta menunjukkan tidak ada negara yg mau menerapkan sistem sosial politik yg sama di bawah pemerintahan tunggal, tidak semua negara mau menerapkan sistem ekonomi keuangan yg sama di bawah pengambil kebijakan tunggal, tidak ada negara yg mau menerapkan sistem hukum yg sama di bawah penegak hukum tunggal. Walaupun sebagian besar bangsa sepakat pada nilai-nilai besar kemanusiaan yg sama (demokrasi, kapitalisme, HAM) tetapi pada prakteknya setiap bangsa tetap ingin memegang kendali atas pemerintahan dan negaranya masing-masing. 

Sejarah dunia membuktikan bahwa semua upaya mempersatukan dunia di bawah kendali kekuasaan tunggal tidak pernah bertahan lama. Banyak bangsa adikuasa telah mencobanya, tetapi semuanya runtuh dan dunia kembali ke negara bangsa dengan sistem dan karakter masing-masing. Kedaulatan dan kebangsaan yg merdeka masih menjadi nilai yg lebih diunggulkan daripada persatuan global di bawah kendali satu kekuasaan saja. Itulah lawan elit global sebenarnya. Tentu dengan asumsi elit global itu benar-benar ada.

Salam akal sehat! 😊