Mengapa Kaum Bumi Datar Harus Dilawan?

science

Awalnya saya tidak peduli dengan keramaian obrolan Bumi datar di internet dan media sosial. Saya hanya anggap itu sebagai becandaan kids jaman now saja. Kita sudah tahu kreativitas mereka cukup tinggi dalam membuat tren-tren baru di media sosial, bahkan kadang absurd, terutama untuk orang-orang generasi sebelumnya seperti saya ini. Hingga suatu saat seorang rekan mengajak saya untuk ikut melawan gerakan Bumi datar ini karena dia menganggapnya sudah mulai mengganggu dan berpotensi merusak ilmu pengetahuan di masyarakat. Saya pikir, “ah, masa’ iya sampai segitunya?”

Lalu saya pun mencoba melakukan pengamatan kecil-kecilan di media sosial, khususnya Facebook. Konon katanya, mereka paling aktif di media sosial ini. Demi keamanan informasi pribadi (privacy), saya membuat akun baru yg pseudonim (asli tapi palsu) untuk melakukan pengamatan. Saya kemudian blusukan di berbagai grup terbuka di Facebok yg membahas bentuk Bumi (bulat vs datar). Saya menemukan beberapa grup yg cukup aktif dengan anggota yg cukup banyak, maka saya bergabung ke sebagian grup tersebut. Ramai juga ternyata.

Walaupun bukan ilmuwan profesional, saya adalah penggemar ilmu pengetahuan alam (sains) dan teknologi. Tentu saya tahu bahwa Bumi datar itu salah karena ilmuwan sejak ratusan tahun yg lalu sudah membuktikan bahwa Bumi itu bulat. Dan teknologi modern telah menyaksikan dan membuktikan secara langsung dari luar angkasa bahwa bentuk Bumi itu bulat. Demikian pula bentuk planet-planet lainnya dalam tata surya kita. Fakta ini telah diketahui dan diakui oleh seluruh manusia di dunia. Maka, jika ada yg menganggap bentuk Bumi tidak bulat, jelas sekali itu sebuah kesalahan, apalagi di jaman modern sekarang ini. Kok bisa, di jaman manusia sedang merintis upaya untuk melakukan koloni di planet Mars, masih ada yg beranggapan bentuk Bumi ini datar?

Nyatanya, manusia yg betul-betul percaya Bumi datar itu benar-benar ada. Setidaknya itu yg saya temui dalam pengamatan saya di media sosial. “Ah, paling cuma anak-anak sok pintar saja”, begitu pikir saya. Penelusuran awal saya menunjukkan memang sebagian mereka adalah remaja-remaja tanggung yg suka mencari sensasi. Mereka inilah yg paling ribut di media sosial. Namun setelah saya telusuri lebih jauh ternyata ada lebih dari sekadar remaja tanggung. Mereka (kaum Bumi datar) juga berisi orang-orang dewasa yg seharusnya cukup punya ilmu dan wawasan untuk mengetahui bahwa bentuk Bumi itu bulat. Tidak tanggung-tanggung, saya menemukan guru, insinyur, ustadz, pemrogram, pekerja kantoran, ibu rumah tangga, dan lain sebagainya. Penemuan terakhir yg sangat mengejutkan saya adalah seorang dosen sains di perguruan tinggi negeri yg ternama yg merupakan lulusan S3 sains dari perguruan tinggi negeri yg lebih ternama lagi, ternyata juga percaya bahwa Bumi itu datar. Saya benar-benar tidak habis pikir!

Dugaan awal saya bahwa kaum Bumi datar itu hanyalah remaja-remaja tanggung yg belajarnya belum selesai tapi sudah sok pintar di media sosial demi mencari sensasi, gugur seketika. Saya mulai menyadari bahwa rekan saya itu ada benarnya juga. Gerakan kaum Bumi datar ini tidak bisa dianggap remeh dan dibiarkan saja. Mereka sudah melakukan penyebaran gagasan Bumi datar ini ke anak-anak dan orang yg awam sains di masyarakat, sambil menyalahkan ilmu pengetahuan yg benar (Bumi bulat). Dampak jangka panjangnya bisa merusak pendidikan dan ilmu pengetahuan di masyarakat. Secara gagasan, gerakan Bumi datar ini serupa dengan gerakan anti-vaksin yg saat ini juga sedang marak dan mulai memberi dampak negatif yg nyata di masyarakat. Mereka secara umum adalah gerakan anti-sains yg menolak ilmu pengetahuan yg benar dan modern dengan berbagai rupa kemasan yg menipu, terutama bungkus agama dan teori konspirasi penuh omong kosong.

Gagasan Bumi datar itu jelas salah dan bohong. Gagasan Bumi datar hanya ada di jaman dahulu kala di saat manusia masih terbelakang dalam ilmu pengetahuan alam. Sebuah gagasan kuno yg sudah kedaluwarsa karena telah jelas terbukti salah. Mengangkat kembali gagasan ini adalah sebuah kemunduran bagi peradaban manusia modern. Mungkin mereka ingin manusia kembali ke jaman purba yg primitif, kehidupan yg tidak mengenal sains dan tidak punya teknologi. Dan menyebarkan gagasan bumi datar pada anak-anak dan orang yg awam sains adalah tindakan pembohongan dan pembodohan publik. Karena itu, mereka harus dilawan!

Saya tidak bisa tinggal diam. Saya merasa harus melakukan sesuatu. Setidaknya berusaha memberikan informasi dan pengetahuan yg berimbang. Selain penggemar sains, saya juga hobi menulis. Maka menulis tentang sains adalah hal yg menyenangkan bagi saya. Berkat dorongan om Priyadi, salah satu penggiat anti-bumi-datar dari bumidatar.id, saya pun membuat blog ini. Di sela-sela kesibukan rutin saya, dalam blog ini saya akan menulis tentang pemahaman sains yg benar untuk membantah atau menjawab kesalahan-kesalahan gagasan Bumi datar. Sebelumnya saya sudah menulis beberapa artikel singkat yg saya bagikan di grup-grup diskusi bentuk Bumi di media sosial. Tulisan-tulisan tersebut nanti akan saya pasang juga di blog ini.

Dengan ini saya juga mengajak orang-orang yg peduli pendidikan dan ilmu pengetahuan untuk ikut bergerak melawan gerakan kaum Bumi datar ini. Bagi yg suka menulis, buatlah tulisan tentang sains. Yg suka menggambar, buatlah gambar-gambar edukasi sains. Yg suka bikin video, buatlah video-video penjelasan sains. Dan sebagainya. Semakin banyak ragam bentuk media, semakin baik kita memberikan pemahaman sains yg benar pada masyarakat. Jangan biarkan gerakan kaum Bumi datar ini, juga gerakan anti-sains lainnya, terus membesar dan merugikan masyarakat. Jangan biarkan bangsa kita yg sudah dikenal minat bacanya rendah, semakin terpuruk akibat gerakan anti-sains ini. Mari kita berbuat sesuatu!

Salam akal sehat dan modern!* 😊

_____
* karena akal sehat tapi jadul tidak ada gunanya.

– Gambar diambil dari sini.

Iklan

Satu pemikiran pada “Mengapa Kaum Bumi Datar Harus Dilawan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s