Kiat Menghadapi Kaum Bumi Datar

cartoon-two-people-arguing

Ada beragam jenis kaum bumi datar; ada yg meyakininya dengan sepenuh hati walaupun tidak paham sains (dogmatis), ada yg menganggapnya benar karena sesuai dengan pengamatan sendiri (walaupun secara sains salah), ada yg menerimanya dengan ragu-ragu karena logikanya bisa diterima tapi tidak sesuai dengan pelajaran ilmu alam yg diajarkan, ada pula yg menerima sekadar untuk tampil berbeda dari kebanyakan (masalah psikologis), dan beberapa jenis lainnya.

Menghadapi tiap jenis kaum bumi datar itu perlu menggunakan cara yg berbeda pula. Namun apa pun caranya ada prinsip-prinsip dasar bagi kita (yg paham sains) dalam menghadapi mereka. Prinsip dasar itu ada 3, yaitu: baik, cerdas, dan elegan. Maksudnya begini…

Baik itu artinya beradab atau beretika. Hindari tindakan-tindakan yg kurang bermoral seperti mengumpat atau mencaci dengan kata-kata kotor, sebaiknya gunakan kata-kata “halus” supaya lebih sopan (keterbelakangan intelektual, misalnya), atau lebih baik hindari sama sekali. Contoh lainnya adalah menghina pribadi mereka. Ayolah… yg kita lawan adalah gagasan konyol mereka, bukan orangnya. Tolak gagasannya yg salah, tapi tetap kita hormati orangnya. Bagaimana pun mereka tetap saudara kita sebangsa setanah air, bahkan mungkin seagama juga. Itu juga untuk menghindari perseteruan yg tidak perlu. Ingat, mengajak atau menunjukkan kebenaran harus dilakukan dengan cara yg baik. Mari kita tunjukkan bahwa kita adalah orang-orang yg punya etika dan bisa menghargai orang lain.

Cerdas artinya menggunakan ilmu dan akal. Hindari melawan dengan emosi apalagi kebencian dan kekerasan. Dan tentu hindari pula fitnah dan hoax. Kita adalah orang yg mencintai ilmu pengetahuan dan kebenaran. Maka lawanlah kaum bumi datar dengan bukti kuat, data valid, fakta ilmiah, serta logika dan ilmu yg benar. Jika ada sebagian kita yg mungkin kurang paham detil ilmu tertentu, jangan paksakan diri menjelaskan, apalagi dengan mengarang indah. Itu akan merusak citra kita sebagai orang yg mencintai ilmu pengetahuan. Dan jangan hanya fokus pada debat saja, tapi imbangi pula dengan berbagi informasi sains yg benar dan terbaru, seperti video Youtube sains terkenal, artikel sains populer, buku sains yg sedang laris, gambar menarik dan edukatif, dan sebagainya. Itu akan menambah asupan informasi yg benar pada mereka khususnya dan pada publik umumnya. Setidaknya kita sudah berusaha menyebarkan pengetahuan yg benar. Perkara mereka tidak mau menyimak, ya itu masalah mereka, bukan masalah kita.

Elegan artinya kita harus bisa bermain cantik dan jangan terjebak dengan pola permainan kaum bumi datar. Mereka biasanya menolak fakta Bumi bulat tanpa ilmu, tanpa bukti, serta logika yg kacau untuk membela keyakinan mereka. Bahkan jika perlu memfitnah dan berbohong, mereka pun akan melakukannya. Ya, kita bisa melayani debat mereka sambil menunjukkan ilmu, bukti, serta logika yg benar dan ilmiah. Tapi jangan lupa, umumnya kaum bumi datar itu kurang ilmu. Tak hanya itu saja, tapi juga bebal. Bebal itu orang bodoh dan ngotot dengan kebodohannya. Orang seperti itu susah diajak berdebat dengan baik. Semua ilmu, bukti, dan logika yg kita sampaikan akan mereka tolak mentah-mentah (denial). Sesat logika jelas-jelas di depan mata pun, mereka tak paham. Bahkan sekedar memasukkan angka ke rumus yg sudah tersedia saja, mereka menolak. Jadi layani debat sebagai hiburan saja, jangan terlalu serius. Jangan buang-buang waktu dan tenaga untuk itu. Kecuali yg memang berlebih waktu dan tenaga, ya silakan layani mereka berdebat. Tapi ingat dua prinsip sebelumnya, yaitu berdebatlah dengan baik dan cerdas. Jika tidak mampu, sebaiknya kita tinggalkan saja debat yg tidak bermutu.

Pola permainan kita seharusnya bukan berdebat, tapi mendidik (edukatif). Ini adalah cara yg berkelas, debat hanya bonus saja. Umumnya kaum bumi datar adalah orang-orang yg kurang ilmu dan wawasan. Maka kita bagikan ilmu yg benar serta bantu membuka wawasan mereka. Lupakan para dedengkot bumi datar yg memang sudah menjatuhkan pilihan secara sadar untuk tenggelam dalam kebodohan. Kita tak bisa dan tak perlu mendidik mereka, biarkan saja karena menjadi bodoh itu hak mereka. Tujuan edukasi kita bukan para dedengkotnya, melainkan pengikut-pengikutnya yg masih bimbang. Remaja-remaja tanggung nan labil yg belum selesai belajar tapi ingin menunjukkan sesuatu. Atau orang-orang yg kurang paham sains tapi sudah terpancing menonton video bumi datar. Dan yg lebih luas adalah masyarakat (publik) agar mendapatkan informasi dan pengetahuan yg benar. Merekalah fokus utama kita. Apa yg sudah dilakukan oleh bumidatar.id adalah contoh yg sangat bagus.

Dengan tiga prinsip dasar ini –baik, cerdas, dan elegan– kita bisa tampil beda dari kaum bumi datar. Kita tunjukkan mana yg benar, mana yg salah; mana yg baik, mana yg buruk; mana yg berilmu, mana yg tidak; mana yg pintar, mana yg bodoh; mana emas, mana loyang. Kita seharusnya lebih baik dari mereka, maka tunjukkanlah itu. Jangan mau kita menurunkan standar mutu kita hingga jatuh ke level mereka. Seperti kata Mark Twain, “never argue with stupid people, they will drag you down to their level and then beat you with experience”  yg artinya kurang lebih, “jangan mau diajak adu bodoh dengan orang bodoh, karena kita akan kalah sebab mereka lebih berpengalaman”.

Walaupun mungkin dalam kenyataannya tidak mudah menjalankan 3 prinsip di atas, setidaknya kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Ya kita juga maklum kok, kebebalan mereka itu memang menggemaskan sekali. Jadi ingin mencubit pipi mereka… pakai tang besi. Saya kadang-kadang juga terbawa emosi karena kebebalan mereka. Tetapi bagaimana pun, sebaiknya kita semua bisa menahan diri dan saling mengingatkan jika ada rekan sesama pencinta sains yg agak lepas emosinya saat berdebat dengan mereka. Daripada kebablasan dan malah memalukan diri sendiri, ada baiknya kita tinggalkan debat. Sesekali salah itu wajar, yg penting tidak selalu diulang.

Nah, itu baru prinsip-prinsip dasarnya saja. Bagaimana dengan teknis detilnya? Silakan masing-masing untuk memikirkan cara terbaik dalam menghadapi atau mendidik kaum bumi datar karena setiap orang bisa memiliki cara dan pendekatan yg berbeda. Apa pun caranya, yg penting efektif dan tidak keluar dari 3 prinsip dasar di atas.

Oh ya… walaupun saya pribadi tak sepakat melawan mereka dengan argumen agama*, tapi saya tidak bisa melarang rekan-rekan lain untuk melakukan itu.

Salam akal sehat! 😊

_____
* Silakan baca tulisan saya tentang “Sains dan Agama”.

– Gambar diambil dari sini.

Iklan