Kesalahpahaman Pada Teori Evolusi

Walaupun di grup tentang debat bentuk Bumi, tapi seringkali ada juga yg membahas tentang evolusi. Sayangnya, baik kaum bumi datar maupun Bumi bulat, sama-sama kurang paham atau malah tidak paham evolusi. Dan seperti biasa, mereka merasa lebih pintar dari ilmuwan biologi sebenarnya.

Dalam sains modern, sebagaimana gravitasi, fenomena evolusi telah diterima sebagai fakta ilmiah. Bukti-bukti evolusi bersebaran di seantero dunia. Fakta-fakta evolusi telah dibuktikan oleh ribuan ilmuwan biologi dari seluruh dunia melalui ribuan penelitian ilmiah di jurnal resmi internasional. Teknologi dari teori evolusi sudah diterapkan di berbagai bidang. Bukti-bukti evolusi dipamerkan di berbagai museum sains di seluruh dunia. Belum lagi buku-buku sains yg menjelaskan proses evolusi makhluk hidup secara panjang lebar dan rinci. Ilmuwan muslim modern pun banyak yg menerima fakta evolusi,¹ bahkan berkecimpung langsung di riset ilmiah tentang evolusi.²

origin of life
Diagram dasar pohon kehidupan dalam teori evolusi modern. Pohon mamalia (kanan bawah) akan menuju pada spesies manusia modern (Homo Sapiens).

Namun demikian, kesalahpahaman (misconception) pada teori evolusi masih banyak beredar di masyarakat, bahkan termasuk di kalangan yg berpendidikan tinggi. Dan seperti biasa pula, orang-orang yg menolak evolusi (creationist) menggunakan argumen agama, alih-alih sains. Inilah akibat dari campur-aduk sains dan agama. Berikut beberapa kesalah-pahaman evolusi yg masih terjadi, antara lain:

1. Evolusi hanya berbasis pada teori yg dibuat oleh Charles Darwin.

Memang Darwin adalah salah satu perintis teori evolusi, karena itulah Darwin masih dihargai hingga kini. Namun teori evolusi modern sudah jauh berkembang dan lebih baik daripada yg dipahami Darwin saat dia menyusun teori evolusi. Darwin saat itu belum tahu tentang DNA dan genetika yg sekarang menjadi basis teori evolusi modern. Bahkan bisa dibilang Darwin hanya titip nama saja karena ilmu biologi dan evolusi modern sudah jauh berbeda dari apa yg disampaikan Darwin dalam bukunya “On The Origin of Species” (1859).

2. Tidak ditemukan adanya bukti fosil makhluk peralihan (transisi).

Ada 2 kesalahan dalam miskonsepsi ini. Pertama, banyak orang menganggap makhluk peralihan –manusia misalnya– adalah separuh kera dan separuh manusia. Ini anggapan yg salah. Proses perubahan dalam evolusi umumnya terjadi secara sangat lambat dalam waktu yg sangat panjang (ribuan hingga jutaan tahun). Kedua, dengan memahami bahwa evolusi terjadi secara sangat lambat dan lama, maka sebenarnya fosil makhluk peralihan itu ada dan ditemukan di berbagai belahan dunia serta dalam seluruh rentang waktu. Dalam kasus manusia, ada mulai dari yg namanya Australopithecus Afarensis, Homo Habilis, Homo Erectus, dan sebagainya hingga menjadi Homo Sapiens (manusia modern). Bukti-bukti fosilnya pun dipamerkan di berbagai museum evolusi di berbagai belahan dunia.

3. Organ tubuh sangat rumit sehingga harus ada lengkap sekaligus agar bisa bekerja.

Contoh yg paling umum digunakan oleh kalangan yg tidak paham atau anti-evolusi adalah organ mata. Tapi fakta evolusi menunjukkan bahwa organ mata pun melalui proses evolusi. Organ mata di awal makhluk hidup purba ternyata tidak serumit dan selengkap organ mata makhluk hidup modern. Tentu fungsinya saat itu juga tidak secanggih organ mata sekarang. Namun proses evolusi kemudian membuat organ mata semakin baik, semakin rumit, dan semakin lengkap hingga menjadi seperti yg ada pada makhluk hidup saat ini.

4. Evolusi bekerja dengan sepenuhnya acak dan tanpa kendali.

Tentu dalam beberapa kejadian evolusi juga ada yg terjadi secara acak karena berbagai faktor, namun evolusi tidak selalu bekerja secara acak. Proses seleksi alam sebenarnya tidak sepenuhnya acak, melainkan berdasarkan kebutuhan dan reproduksi yg dikontrol oleh banyak faktor. Dengan teknologi biologi modern, bahkan manusia bisa mengontrol evolusinya sendiri. Misalnya dengan teknologi penyuntingan genetika (gnome editing), kita bisa mengubah sebagian DNA kita (agar lebih baik) dan terus menurunkannya ke anak-cucu kita. Tidak hanya pada manusia, teknologi modern juga bisa membuat proses evolusi berjalan lebih cepat dari seharusnya. Teknologi percepatan evolusi biasanya diterapkan di pertanian dan kedokteran modern.

5. Evolusi membuat manusia menjadi tidak percaya Tuhan.

Asal muasal miskonsepsi ini, entah disengaja atau tidak, dikatakan Darwin menyatakan bahwa “manusia keturunan kera” atau “manusia berevolusi dari kera”. Ditambah lagi kabar sumir bahwa Darwin itu atheis. Keduanya salah. Darwin tidak pernah menyatakan “manusia keturunan kera” atau “manusia berevolusi dari kera”. Darwin pun bukan atheis, melainkan seorang kristiani. Walau pun di akhir hidupnya disebutkan dia mulai meragukan hal-hal tertentu dalam ajaran kristen, tapi Darwin tidak pernah menyatakan dirinya keluar dari Kristen dan menjadi seorang atheis. 

Miskonsepsi inilah yg paling sering digunakan oleh kalangan agamis. Lagi-lagi ini akibat dari salah pikir membenturkan sains dengan agama. Tuhan mau dipercaya atau tidak bukanlah urusan sains, tapi urusan kita masing-masing. Pun menjadi ilmuwan tak harus menjadi atheis. Banyak ilmuwan yg justru semakin kuat keimanannya pada Tuhan setelah memahami fenomena alam, namun banyak pula yg sebaliknya. Itu bergantung pada masing-masing individu, bukan sains. Ilmuwan evolusi juga banyak yg berasal dari kalangan beragama (termasuk muslim) dan fakta evolusi tidak membuat mereka keluar dari keyakinan agama dan Tuhannya.

Kita sekarang hidup di abad 21. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah berkembang demikian canggih dan semakin rumit. Buka pikiran dan wawasan ilmu pengetahuan kita agar sesuai dengan jaman sekarang. Janganlah ilmu pengetahuan dan wawasan kita terus tertinggal di jaman dahulu, apalagi lalu berlagak sok tahu tentang ilmu pengetahuan modern. Inilah yg terjadi pada umumnya kaum bumi datar, yaitu manusia yg hidup di abad 21 tapi ilmu dan wawasannya masih tertinggal di abad 12. Apa yg terjadi di dunia sains dan teknologi dalam 100 tahun terakhir jauh lebih canggih dan rumit daripada seluruh sains dan teknologi dalam 1000 tahun sebelumnya.

wilson life on earth
Seri buku “Life on Earth” karya E.O. Wilson di iBooks Store Apple.

Bagi yg berminat belajar dan memahami evolusi lebih jauh serta ilmu biologi secara umum, silakan baca serial buku Life on Earth karya Edward O. Wilson, yg terdiri dari 7 jilid. Topik evolusi dibahas di jilid pertama. Jilid selanjutnya membahas beragam aspek ilmu biologi dan ragam kehidupan yg ada di muka Bumi. E.O. Wilson ini adalah seorang ahli biologi senior dan kawakan yg penting dan diakui dunia ilmiah. Beliau seperti Carl Sagan di bidang fisika.

Sebagai bagian dari gerakan pendidikan sekaligus promosi iBooks Store, Apple menyediakan serial buku ini secara GRATIS berupa buku digital yg dinamis dan interaktif dan bisa diunduh melalui aplikasi iBooks. Buku digital iBooks hanya bisa dibaca di perangkat Apple (Mac, iPad, dan iPhone). Serial buku ini juga tersedia di platform lain (Google Book dan Amazon), baik edisi cetak maupun digital (statik), tapi berbayar.

Selamat membaca dan salam akal sehat! 😊

_____

¹ Ceramah Dr. Yasir Qadhi tentang Qur’an dan Evolusi:

² Ceramah Prof. Ehab Abouheif tentang Muslim dan Evolusi:

– Gambar diambil dari sini.

Iklan

Satu pemikiran pada “Kesalahpahaman Pada Teori Evolusi

  1. Tulisan yang bagus. Sayang sekali banyak orang yg sangat anti evolusi bahkan membenci dan ujung-ujungnya suudzon, man katanya konspirasi barat kek, musuh Tuhan kek , satanic kek, .Saya berharap orang2 indonesia lebih bisa berpikir terbuka dan jangan terkurung dalam fanatisme yg belum tentu bener…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s