Mengenali Sains Palsu

Masyarakat kita sudah dikenal memiliki minat baca yg rendah. Menurut Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando, minat baca rakyat Indonesia berada di peringkat ke-60 dari 61 negara di dunia. Satu peringkat di atas negara Botswana, sebuah negara di benua Afrika yg pernah menjadi negara termiskin di dunia. Peringkat itu berdasarkan penelitian yg dilakukan oleh Universitas Connecticut, Amerika Serikat pada tahun 2016 yg lalu. Tentu ini sebuah “prestasi” yg menyedihkan, jika tak bisa disebut memalukan.

Tidak itu saja, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengumumkan bahwa literasi sains Indonesia berdasarkan survei PISA (Programme for International Student Assessment) pada tahun 2015 terhadap 72 negara di dunia, Indonesia berada di peringkat ke-6 dari bawah. Peringkat ini harus kita apresiasi karena negara kita berhasil naik dari peringkat kedua dari bawah dalam survei PISA pada tahun 2012. Namun peningkatan ini bukan sebuah prestasi yg layak dibanggakan karena negara kita masih berada dalam 10 negara peringkat terbawah.

Dampak Rendahnya Minat Baca dan Literasi Sains

Lalu, apa makna dari sebuah negara dengan minat baca dan literasi sains yg rendah? Hal pertama adalah indikasi gagalnya program pendidikan nasional. Cita-cita pendiri bangsa kita –seperti yg termaktub dalam Pembukaan UUD 1945– untuk mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia, masih belum tercapai. Pemerintah kita masih punya pekerjaan rumah yg besar untuk membenahi sistem pendidikan nasional. Bangsa kita masih jauh tertinggal dalam penguasaan sains dan teknologi dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia.

Hal kedua, minat baca dan literasi sains yg rendah menunjukkan rakyat kita masih mudah ditipu kabar bohong (hoax) dan dibohongi sains palsu (pseudo-science). Masyarakat kita masih belum mampu membedakan mana informasi yg benar dari sumber yg dapat dipertanggung-jawabkan dan mana informasi bohong buatan pihak yg tidak bertanggung jawab. Masyarakat kita juga belum mampu membedakan mana ilmu pengetahuan yg benar dari ilmuwan yg ahli dan mana ilmu pengetahuan yg palsu dari ilmuwan gadungan atau abal-abal.

Jadi jangan heran jika kita masih melihat banyak informasi bohong dan ilmu palsu yg beredar di masyarakat kita, baik di dunia nyata maupun di dunia maya (internet dan media sosial). Apalagi informasi bohong atau ilmu palsu yg dibalut dengan agama, lebih banyak dipercaya masyarakat kita yg memang dikenal cukup relijius. Salah satunya adalah faham bumi datar. Bumi datar adalah informasi bohong (hoax) dan “teori” bumi datar adalah ilmu alam palsu (pseudo-sains). Namun banyak masyarakat kita yg meyakini bahwa bumi datar dan “teori” bumi datar itu benar.

ibnu_rusyd_agama.jpg
Ibnu Rusyd atau dikenal juga dengan Averros adalah seorang filsuf muslim di abad ke-12 dari Andalusia. sumber: genial.id

Ciri-Ciri Sains Palsu

Mengetahui kabar bohong relatif mudah karena konfirmasinya bisa dilakukan pada sumber utama atau media arus utama. Jika sebuah kabar tidak memiliki sumber utama yg jelas atau media arus utama tidak menyiarkannya, hampir bisa dipastikan itu kabar bohong. Namun untuk mengenali sains palsu lebih sulit karena selain kita harus punya asupan bacaan yg memadai, juga harus memiliki wawasan keilmuan yg cukup luas agar tidak mudah dibohongi sains palsu. Seorang yg paham ilmu ekonomi bisa saja dibohongi ilmu astronomi palsu, misalnya.

Terkait bumi datar yg salah dan bohong itu, karena termasuk dalam lingkup ilmu alam (sains), mari kita kenali ciri-ciri sains yg benar agar kita bisa bedakan dengan sains yg palsu. Ciri-ciri sains yg benar antara lain:

  • Untuk umum (universal). Sains yg benar ditujukan untuk kepentingan seluruh umat manusia dalam upaya membangun ilmu pengetahuan dan peradaban manusia. Jika ada sains yg memiliki tujuan untuk kepentingan kelompok atau golongan tertentu, misalnya ideologi, agama, bisnis, politik, dsb, maka bisa dipastikan adalah sains palsu.
    .
    Contoh: Bumi datar sering dikaitkan dengan kelompok agama tertentu  dan bertujuan untuk melawan kelompok tertentu yg disebut elit global. Jadi, bisa dipastikan ilmu bumi datar adalah sains palsu.
  • Berdasarkan penelitian ilmiah (based on scientific research). Sains yg benar dibangun dengan penelitian ilmiah oleh ilmuwan yg ahli secara terus-menerus hingga diketahui fakta alam yg sebenarnya. Jika ada sains yg tidak punya ilmuwan yg ahli dan penelitian ilmiah yg memadai sehingga tidak berkembang maka bisa dipastikan adalah sains palsu.
    .
    Contoh: Bumi datar tidak memiliki satu pun dukungan ilmuwan ahli serta tidak ada satu pun jurnal ilmiah. Sebagian kaum bumi datar membenarkan bumi datar dengan dalil agama, yg tentu saja tidak ilmiah. Jadi, bisa dipastikan ilmu bumi datar adalah sains palsu.
  • Tidak dogmatis (undogmatic). Sains yg benar bukan keyakinan atau kepercayaan. Sains yg benar selalu siap ditantang dan dikritik oleh penemuan dari penelitian ilmiah terbaru. Jika ada sains yg bersifat keyakinan yg harus dipercaya benar dan menolak penemuan terbaru yg bertentangan maka bisa dipastikan adalah sains palsu.
    .
    Contoh: Kaum bumi datar menolak segala penelitian ilmiah dan teknologi modern yg berhasil membuktikan Bumi itu bulat. Bahkan pihak yg menolak bumi datar dituduh berbagai hal yg tidak relevan (ad-hominem). Jadi, bisa dipastikan bumi datar adalah sains palsu.
  • Konsisten (consistent). Sains yg benar selalu konsisten dan sesuai dengan dirinya sendiri (coherent) dan ilmu lain yg terkait (integrated). Jika ada sains yg bertentangan dengan dirinya sendiri atau dengan ilmu lain yg terkait, apalagi jika ada “teori” yg saling kontradiksi untuk fenomena alam yg sama, maka bisa dipastikan adalah sains palsu.
    .
    Contoh: Ada banyak “versi” di bumi datar untuk menjelaskan langit, kubah bumi, awan, hujan, dsb yg saling kontradiksi satu dengan yg lain. Masih banyak fakta alam yg tidak bisa dijelaskan oleh “teori” bumi datar. Jadi, bisa dipastikan bumi datar adalah sains palsu.
  • Bisa diuji secara obyektif (objectively testable). Sains yg benar harus bisa diuji keabsahannya oleh seluruh ilmuwan di dunia secara obyektif. Sains yg benar memiliki prinsip bisa disalahkan (falsifiable), bisa diuji (testable), dan bisa diulang (repeatable), secara obyektif. Jika ada sains yg tidak bisa memenuhi seluruh prinsip ilmiah di atas maka bisa dipastikan adalah sains palsu.
    .
    Contoh: Berbagai klaim dan eksperimen bumi datar tidak bisa diuji orang lain secara obyektif karena klaimnya hanya berupa gambar atau video hasil suntingan dari sumber yg tidak jelas. Jadi, bisa dipastikan bumi datar adalah sains palsu.
  • Terbuka (open). Sains yg benar harus membuka seluruh hipotesis, metode, perangkat, data, analisis, pelaku, dan kesimpulan dari penelitian ilmiah yg menjadi dasarnya, sebagai jurnal ilmiah. Jika ada sains yg merahasiakan penelitian ilmiahnya namun mengklaim ilmunya benar maka bisa dipastikan adalah sains palsu.
    .
    Contoh: Oknum kaum bumi datar mengklaim telah melakukan penelitian ilmiah yg berhasil membuktikan Bumi itu datar. Namun mereka menolak menunjukkan laporan ilmiahnya dengan alasan kerahasiaan. Jadi, bisa dipastikan bumi datar adalah sains palsu.
  • Diajarkan di sekolah (education material). Sains yg benar akan menjadi bahan ajar dalam pendidikan di seluruh dunia, mulai dari tingkat rendah hingga tinggi. Pendidikan adalah metode penyebaran ilmu pengetahuan yg benar ke seluruh umat manusia. Jika ada sains yg tidak diajarkan dalam pendidikan di dunia maka bisa dipastikan adalah sains palsu, atau setidaknya belum diakui benar.
    .
    Contoh: Tidak ada satu pun negara di dunia yg mengajarkan bumi datar dalam pendidikannya. Berbagai upaya untuk memasukkan bumi datar ke kurikulum pendidikan resmi berakhir gagal karena tidak ada dukungan dari akademisi dan ilmuwan. Jadi, bisa dipastikan bumi datar adalah sains palsu.
    .
fe_pseudo
Bumi datar adalah sains palsu. sumber: freepik.com

Ada beberapa ciri yg lainnya, seperti pendefinisian dengan kata atau kalimat yg ambigu (multitafsir), menjadikan ilmuwan abal-abal seolah ilmuwan profesional, mengulang-ulang kalimat atau argumen yg mirip, hipotesis dan kesimpulan yg penuh sesat logika (fallacy), campur aduk antara argumen logika dan dalil agama, dan lain sebagainya. Namun tujuh ciri di atas adalah tanda-tanda yg paling mudah untuk mengenali sebuah ilmu adalah ilmu yg benar atau palsu (tapi diklaim benar). Kita harus mampu mengenali ilmu palsu agar terhindar dari kemungkinan kejahatan atau keburukan akibat ilmu palsu tersebut.

Dari tujuh ciri sains yg benar di atas, semuanya tidak bisa dipenuhi oleh “teori” bumi datar yg diyakini benar oleh kaum bumi datar. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa bumi datar adalah kabar bohong (hoax) sekaligus sains palsu (pseudo-sains) yg dibuat oleh pihak-pihak yg tidak bertanggung jawab dengan tujuan untuk merusak ilmu pengetahuan dan pendidikan di masyarakat. Dan kaum bumi datar hanyalah kumpulan orang-orang bodoh yg tidak paham sains yg benar sehingga terpedaya oleh sains palsu. Apakah anda termasuk yg demikian?

Salam akal sehat! 😊

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s