Ulasan Buku Sains #2

7 Brief Lessons on Physics

Ini adalah buku berjudul “7 Brief Lessons on Physics” atau “7 Pelajaran Singkat tentang Fisika”, karya fisikawan teoretis asal Italia, Carlo Rovelli. Buku ini termasuk buku yg cukup laris (best-seller), telah terjual hingga lebih dari sejuta buku di seluruh dunia, sejak diterbitkan pada tahun 2014 yg lalu. Dan buku ini telah diterjemahkan hingga lebih dari 40 bahasa di dunia. Prestasi yg besar dari buku yg tergolong tipis untuk sebuah buku sains, isinya tak sampai 100 halaman. Walaupun begitu, buku ini penting dan wajib dibaca para penggemar sains, khususnya fisika dan astronomi.

Walaupun Carlo Rovelli ini cukup terkenal di dunia fisika modern, tetapi orang awam umumnya jarang mendengar namanya. Beliau memang kalah terkenal dengan nama-nama besar fisikawan modern lainnya seperti Stephen Hawking, Neil deGrasse Tyson, Michio Kaku, dsb. yg sering tampil di media massa. Apalagi jika dibandingkan dengan nama-nama fisikawan legendaris seperti Newton dan Einstein. Salah satu karya fenomenal Carlo Rovelly adalah teori Loop Quantum Gravity (LQG) yaitu teori gravitasi kuantum yg mencoba menyatukan mekanika kuantum dan relativitas umum dalam fisika modern. LQG adalah teori alternatif selain teori dawai (string theory) yg juga mencoba menyatukan fisika modern dalam satu teori tunggal atau dikenal dengan “Theory of Everything”.

Ilmu fisika yg dijelaskan dalam buku ini lebih menitik-beratkan pada ilmu fisika modern, bukan fisika klasik ala Newton. Sebagai sebuah buku sains populer, penjelasan fisika di buku ini relatif mudah dipahami oleh orang awam. Bisa dibilang hanya menjelaskan prinsip-prinsip dan konsep-konsep dasar ilmu fisika modern, cenderung secara filosofis. Seperti dalam buku “A Brief History of Time” karya Stephen Hawking, buku ini hanya mencantumkan 1 saja rumus fisika. Bukan, bukan rumus Einstein yg sangat terkenal itu, melainkan ini:

  R𝑎𝑏 − ½ R g𝑎𝑏 = T𝑎𝑏

Rumus apakah itu? Lalu apa saja 7 pelajaran fisika yg dibahas dalam buku ini? Banyak hal menarik dalam buku ini yg bisa jadi bahan untuk kita berpikir dan merenung tentang alam semesta dan manusia. Di hari yg panas begini, lebih asik lagi jika baca buku ini sendirian di bawah pohon yg rindang, ditemani es teler dan radio yg memutar lagu-lagu jazz. Oh, damainya… 

Tanpa basa-basi lagi, silakan langsung saja beli dan baca bukunya. Selamat membaca.

Sapiens: A Brief History of Human Kind

Buku berjudul “Sapien: A Brief History of Human Kind” yg diterbitkan pada tahun 2014 (dalam bahasa Inggris) ini ditulis oleh Yuval Noah Harari, seorang profesor sejarawan dunia yg berasal dari Israel. [Kaum bumi datar pasti langsung berpikir negatif jika ada kata ‘israel’, ‘yahudi’, atau ‘atheis’. 😄] Menurut New York Times, buku ini sangat laris (best seller) dan sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia, termasuk bahasa Indonesia. Begitu larisnya buku ini hingga si penulis membuat buku kedua, berjudul “Homo Deus”, sebagai lanjutannya. Saya juga sudah punya buku yg kedua, tapi entah kapan saya akan sempat membacanya.

Dari beberapa ulasan yg saya baca, buku Sapiens ini menceritakan sejarah manusia sejak awal kemunculannya hingga sampai ke abad ini. Menurut penulis, manusia telah mengalami 3 revolusi besar yg membawa dan membentuk manusia hingga ke abad modern sekarang ini. Tiga revolusi tersebut adalah:

  1. Revolusi Kesadaran, sekitar 70 ribu tahun yg lalu.
  2. Revolusi Pertanian, sekitar 10 ribu tahun yg lalu.
  3. Revolusi Ilmu Pengetahuan, sekitar 500 tahun yg lalu.

Sebagai seorang ilmuwan sejarah dunia, tentu buku ini ditulis dilengkapi dengan bukti ilmiah serta hipotesis yg berdasarkan ilmu, fakta, dan logika yg benar. Jika tidak, tentu buku ini akan dikritik habis oleh ilmuwan sejarah lainnya dan tidak mungkin laku keras. Dan tentu saja juga akan merusak reputasi serta nama baik si penulis yg sudah dikenal dunia. Jangan bandingkan buku ini dengan buku “The Flat Earth Conspiracy” yg isinya penuh kebodohan dan kebohongan, serta ditulis oleh orang yg tidak berilmu.

Lalu, bagaimana tiga revolusi itu terjadi? Apa dampak setiap revolusi itu pada peradaban manusia? Apa hubungannya dengan kaum bumi datar? Bagi yg ingin tahu jawabannya, silakan baca buku ini bersama saya (dengan buku masing-masing, di tempat masing-masing). Nanti kita bisa berbagi dan diskusikan di sini.

Selamat membaca.

A BRIEF HISTORY OF TIME

Ada kawan saya yg membelikan buku ini (versi bahasa Indonesia) untuk anaknya yg sekolah di SMP. Ini buku bagus, pantas laris manis di negeri asalnya sana. Penulis buku ini menjelaskan tentang alam semesta –seperti teori ledakan besar, gravitasi, sistem tata surya, dan sebagainya– berdasarkan sains modern dengan bahasa yg relatif mudah dipahami orang awam sains.

Mungkin kaum bumi datar menolak membaca buku ini dengan alasan Stephen Hawking adalah seorang atheis. Tentu itu alasan yg tidak relevan. Sains tidak melarang atau menganjurkan siapa pun untuk percaya atau menolak Tuhan dan agama. Tuhan dan agama sama sekali bukan urusan sains, melainkan urusan individu masing-masing. Banyak ilmuwan beragama yg justru semakin kuat keimanannya pada Tuhan dan agamanya setelah memahami suatu fenomena alam, tapi juga banyak yg sebaliknya. Dan itu bukan salah sains, bukan pula salah teman-temannya sains. Stephen Hawking dihormati di dunia sains bukan karena beragama atau tidak, melainkan karena penelitian dan hipotesisnya terbukti benar secara ilmiah. Ini termasuk prinsip dalam sains yaitu menjunjung tinggi kejujuran, kebenaran, dan obyektivitas ilmu pengetahuan terlepas siapa pun manusia yg terlibat dalam proses memahami alam semesta.

Bagi orang yg (mengaku) pencinta sains, hukumnya wajib membaca buku ini. Termasuk juga kaum bumi datar yg katanya berpikiran terbuka tapi pengetahuan ilmiahnya masih kurang atau salah paham. Mereka harusnya banyak membaca dan belajar ke sumber ilmu yg benar supaya tak mudah dibodohi video-video Youtube yg tidak jelas dasar dan sumber ilmunya. Terutama kaum bumi datar yg suka membodohkan ilmuwan, yg justru lebih paham sains.

Salam akal sehat! 😊

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s