Penjelasan Matematis Siklus Saros

Bani datar selalu bilang sains modern tidak bisa menghitung gerhana matahari atau bulan karena sains modern masih tergantung pada siklus gerhana Saros. Siklus Saros adalah runtutan (seri) peristiwa gerhana matahari/bulan yg memiliki sifat gerhana yg sama dan berulang setiap periode tertentu, yaitu sekitar 18 tahun 11 hari 8 jam. Perhatikan ya, siklus Saros bukan jarak antar gerhana, melainkan jarak antar gerhana yg memiliki sifat yg sama.

moon_eclipses
Perubahan penampakan Bulan saat gerhana.

Siklus Saros adalah ilmu astronomi kuno yg diduga muncul pertama kali pada peradaban Babilonia oleh para astronomer di jaman tersebut. Namun tidak hanya peradaban Babilonia saja yg menemukan pola berulang (siklus) gerhana, beberapa peradaban kuno lainnya juga berhasil menemukan siklus yg sama, seperti peradaban Maya dan Mesopotamia. Yg saat ini lebih terkenal adalah siklus Saros dari Maya karena ada bukti tertulis yg masih lestari yg disebut Dresden Codex. Istilah “saros” sendiri dipopulerkan oleh ilmuwan Edmond Halley (yg juga menemukan komet Halley) pada tahun 1691.

Ditemukannya siklus Saros oleh banyak peradaban kuno menunjukkan bahwa siklus Saros sebenarnya bukanlah pengetahuan yg rumit-rumit amat. Tentu saja sains modern mampu menghitung sendiri siklus gerhana tanpa perlu adanya siklus Saros. Tapi karena sudah ada siklus Saros yg terbukti benar (walaupun akurasinya agak rendah) maka tak ada salahnya sains modern tetap menggunakan siklus Saros sebagai bentuk apresiasi terhadap capaian ilmuwan kuno dalam ilmu astronomi.

Dalam video berikut ini, seorang profesor matematika, Steven Bleiler, dari Universitas Portland, Amerika –yg juga seorang astronomer– menjelaskan dan memperagakan bagaimana astronomer kuno bisa menemukan siklus Saros dengan mengamati pergerakan (rotasi dan revolusi) bulan, bumi, dan matahari serta hitungan matematis siklusnya. Matematika siklus Saros cukup sederhana hingga profesor Bleiler katakan hitungannya bisa dipahami oleh siswa sekolah dasar.

Ilmu astronomi modern tentu sudah jauh lebih canggih, lebih akurat, dan lebih presisi dalam perhitungan gerhana. Jika siklus Saros hanya bisa prediksi sifat gerhana dan waktunya, maka sains modern bisa prediksi jenis gerhana, lokasi dimulai, lokasi berakhir, jalur gerhana, durasi gerhana, dsb dengan sangat tepat dan teliti. Prediksi bisa dilakukan jauh ke masa lalu dan masa depan hingga rentang milenium. Gerhana juga bisa disimulasikan di komputer sehingga bisa dipelajari semua orang tanpa harus repot menghitung manual. Toh kita hidup di jaman modern, bukan peradaban kuno lagi.

Selamat menyimak dan belajar. Dan… salam akal sehat! 😊

2 pemikiran pada “Penjelasan Matematis Siklus Saros

  1. Tolong tuan cerdas berilmu pengetahuan luas, jika memang tulisan anda adalah untuk menjawab atau membantah pertanyaan kaum bumi datar, buktikan secara scientist seperti yang selalu anda katakan. Buktikan, bukan ngoceh panjang lebar tanpa data dan fakta (angka). Jika science modern bisa menghitung gerhana, keluarkan kalkulator anda dan hitung. Tulisan anda hanya ujaran kebencian yang mana orang cerdas dan berilmu tidak akan melakukan itu. Anda hanya seorang pembenci murahan.

    Suka

    1. Loh, kan bukti ilmiah bumi bulat sudah ada di mana-mana? Bukti ilmiah bumi bulat diajarkan lengkap dengan segala bukti dan eksperimennya di sekolah sejak jenjang dasar hingga perguruan tinggi. Apa anda tidak pernah sekolah?

      Sains modern tentu bisa menghitung gerhana. Banyak situs sains yg menjelaskan cara dan metode menghitung gerhana, tentu tanpa perlu siklus saros. Dan di artikel ini, jelas sudah ditunjukkan bukti ilmiah matematis bumi bulat oleh seorang profesor matematika. Anda mau bukti yg seperti apa lagi?

      Komentar anda hanya ujaran kebencian yg orang cerdas berilmu tidak akan lakukan itu. Komentar anda menunjukkan anda hanya seorang pembenci murahan. 😊

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s