Tuhan dan Sains

Ketika karena suatu hal lengan seseorang terputus (amputasi), Tuhan tidak menggantinya (dengan menumbuhkan) lengan baru. Ketika organ tubuh seseorang rusak, Tuhan tidak menukarnya dengan organ baru. Ketika mata seseorang cacat buta warna, Tuhan tidak mendadak membuatnya bisa melihat warna. Manusia harus menerima kehilangan dan kerusakan serta cacat itu apa adanya dengan pasrah.

Tapi sains mampu mengganti lengan yg putus dengan lengan buatan (prostetik), yg walaupun tidak sempurna namun masih lebih baik daripada tidak ada sama sekali. Sains mampu menukar organ tubuh yg rusak dengan organ milik orang lain (transplantasi), yg walaupun tidak baru namun masih lebih baik daripada tidak ada sama sekali. Sains mampu membantu cacat buta warna dengan kacamata sehingga bisa kembali melihat warna, yg walaupun tidak sempurna namun masih lebih baik daripada tidak sama sekali.

thank_god_for_science.pngMasih banyak contoh lain manfaat sains pada kehidupan dan peradaban manusia. Manfaat yg bahkan tidak disediakan oleh Tuhan secara langsung. Apakah itu artinya sains lebih baik dari Tuhan? Sains lebih bermanfaat bagi manusia daripada Tuhan? Sains lebih berkuasa daripada Tuhan? Mengapa harus sains yg bisa melakukan semua itu? Mengapa bukan Tuhan sendiri? Apakah Tuhan begitu lemah?

Orang mabuk agama pasti akan menuduh saya menista Tuhan, lalu menuduh saya atheis, atau penyembah sains. Sementara mereka tidak bisa membantah fakta yg saya tunjukkan di atas. Namun orang yg bijak pasti paham bahwa anugerah terbesar dari Tuhan bagi manusia adalah akal. Dengan akal, manusia mampu berpikir untuk menyelesaikan segala masalah yg dihadapinya secara mandiri. Manusia yg tidak mampu apalagi menolak menggunakan akalnya adalah orang yg paling tidak bersyukur pada Tuhan. Orang yg sengaja memilih jadi bodoh adalah orang yg tidak mau berterima kasih pada Tuhan. Alias kufur nikmat.

Akal adalah anugerah Tuhan yg universal. Semua manusia diberikan akal oleh Tuhan, bahkan termasuk orang-orang yg menolak Tuhan. Sains adalah karya manusia yg merupakan salah satu wujud terima kasih pada Tuhan atas pemberian akal, yaitu dengan menggunakan akal sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin untuk kebaikan seluruh manusia, tanpa membedakan agama. Yg menolak Tuhan pun juga bisa memberikan sumbangsih dan karyanya dalam sains. Maka sebagaimana akal pemberian Tuhan, sains pun bersifat universal, yaitu bisa diterima oleh siapa pun dan berlaku di mana pun. Berkat sains, yg kemudian diwujudkan menjadi teknologi, maka peradaban manusia bisa canggih dan modern seperti yg kita nikmati saat ini.

Ironisnya, justru orang2 mabuk agama adalah orang2 paling enggan menggunakan akalnya. Mereka memilih jadi bodoh sambil bawa2 nama Tuhan, seolah Tuhan membenarkan kebodohan mereka. Mereka membuat citra agama jadi buruk, seolah beragama membuat manusia jadi bodoh. Merekalah yg sebenarnya penista Tuhan dan agama. Contohnya adalah kaum bumi datar.

Salam akal sehat! 😊