Rujukan Ilmu Kaum Bumi Datar

Sebagian kaum bumi datar tidak terima jika dibilang mereka meyakini bumi datar setelah menonton video Bos Darling atau membaca buku Eric Dubay. Sebagian malah bilang mereka tidak kenal Bos Darling atau Eric Dubay. Lalu mereka mengklaim bahwa sejak awal sudah meyakini bumi  datar dari pengamatan atau penalaran pribadi. Tentu saja itu bohong karena sebelum kanal Youtube Flat Earth 101 dan buku Konspirasi Bumi Datar dikenal, tidak ada seorang pun yg berpikir bahwa Bumi itu datar.

museum-madina_alhusna-planet
Miniatur tata surya di museum Asmaul Husna, Madinah, Arab Saudi.

Buktinya, ketika kaum bumi datar diminta menjelaskan atau menunjukkan bukti bumi datar, yg mereka tunjukkan adalah… ya, lagi-lagi video Bos Darling atau penjelasan dari buku Eric Dubay. Bisa dipastikan rujukan kaum bumi datar lokal hanya dua itu saja, video Bos Darling dan buku Eric Dubay. Kaum bumi datar tidak punya rujukan pengetahuan lainnya. Mau dapat rujukan dari mana lagi? Buku sains bumi datar? Tidak ada. Situs sains bumi datar? Tidak ada. Ilmuwan bumi datar? Tidak ada. Acara bumi datar di televisi? Tidak ada. Kampus bumi datar? Apalagi. Tidak ada, nihil, zonk! Karena semua orang yg berpendidikan dan otaknya masih sehat pasti tahu bahwa bumi datar itu tidak ilmiah dan tidak punya dukungan fakta dan bukti ilmiah. Faham bumi datar itu cuma bualan omong kosong yg dibungkus propaganda hoax elit global. Hanya orang bodoh yg tidak paham ilmu saja yg percaya bumi datar.

bumi_antariksa
Buku ajar di Universitas Terbuka.

Namun jangan sekali-kali kaum bumi datar menyamakan sains dengan faham bumi datar. Sains itu punya buaaanyak sekali rujukan. Paling jelas adalah buku pelajaran sekolah. Semua buku pelajaran sekolah di seluruh dunia mulai dari jenjang terendah hingga yg tertinggi hanya mengenal Bumi itu bulat, bukan bentuk lain. Lalu ada buku-buku sains populer karya ilmuwan-ilmuwan terkemuka di dunia. Ada situs-situs sains daring dari berbagai lembaga sains dan perguruan tinggi di dunia. Situs-situs sains populer untuk orang awam juga ada. Tentu juga ada video-video sains di Youtube buatan ilmuwan dan pencinta sains dari berbagai negara. Media-media besar pun tak ketinggalan membuat acara sains seperti National Geographic, Discovery Channel, BBC, dsb. Dan yg paling penting adalah situs-situs jurnal ilmiah daring tempat diterbitkannya berbagai laporan penelitian ilmiah karya ilmuwan dari seluruh dunia.

solar-system-bbc
Acara dokumenter sains di stasiun televisi BBC, Inggris.

Tidak akan cukup umur seorang manusia untuk mempelajari seluruh rujukan sains, mulai dari ilmu matematika, fisika, kimia, dan biologi. Itu baru ilmu-ilmu dasar dalam sains. Jika ditambah ilmu-ilmu yg lebih rinci dari cabang di masing-masing ilmu tersebut seperti astronomi, geologi, genetika, komputer, dan sebagainya, maka lebih banyak lagi rujukan yg bisa kita pelajari. Seluruh rujukan sains itu terbuka, semua orang –siapa pun– bisa membaca dan mempelajarinya. Tidak ada hal yg ditutup-tutupi dalam sains. Selain butuh waktu yg panjang, mempelajari sains juga perlu kemampuan otak yg memadai. Itu sebabnya materi pelajaran sekolah diberikan secara bertahap, mulai dari ilmu yg mudah dan umum di jenjang pendidikan dasar hingga ilmu yg rumit dan khusus di jenjang pendidikan tinggi. Saya yakin nyaris seluruh kaum bumi datar bukanlah orang-orang yg paham sains dengan benar. Lah, sains dasar jenjang SMP-SMA saja mereka banyak yg tidak paham kok. 

Jadi, kaum bumi datar tidak usah malu-malu mengakui bahwa kalian itu hanya korban hoax dan pembodohan oleh Bos Darling dan Eric Dubay. Mengapa harus malu? Toh kalian juga sering pamer kebodohan di grup-grup debat daring yg bisa dibaca semua orang. Tidak ada yg bisa melarang orang untuk jadi bodoh. Bodoh adalah hak, pintar adalah pilihan. Tapi setidaknya jadilah orang bodoh yg tahu diri. Jika kita merasa awam dan tidak paham sains, marilah belajar ilmu yg benar ke sumber ilmu yg benar atau bertanya pada orang yg ahli. Bukan malah ribut bertanya di internet ke orang-orang yg tidak jelas, apalagi sok pintar menyalahkan sains tanpa paham ilmunya. Jangan sudahlah bodoh, sombong pula.

Salam akal sehat! 😊 

Iklan