Ijma’ Ulama Sedunia

Sebenarnya saya enggan membahas bentuk Bumi dari sudut pandang agama karena bentuk Bumi itu hal fisik duniawi yg bisa diamati dan diukur secara langsung, tanpa perlu melibatkan agama. Apakah kita menggunakan agama untuk mengukur –misalnya– tinggi sebuah gedung? Kan tidak. Namun saya lama-lama juga jengkel melihat kaum bumi datar dengan entengnya menghujat orang lain kafir, sesat, atheis, dan sebagainya. Termasuk kepada ahli agama terkemuka. Jadi saya perlu bersuara tentang hal itu.

pendapat_ulama_bumi.jpg

Video di bawah ini menunjukkan kesaksian ulama-ulama besar dunia yg menyatakan adanya ijma’ ulama sedunia yg mengakui Bumi bulat, termasuk ulama-ulama dari Arab Saudi. Mustahil semua ulama besar itu berbohong tentang adanya ijma’ ulama sedunia tersebut. Kaum bumi datar menuduh ulama-ulama besar sedunia berbohong semua, bahkan menuduh para ulama besar sebagai antek elit global atau dipengaruhi Dajjal. Sungguh tuduhan yg sangat keji dan biadab!

Jaman dahulu, saat negeri-negeri di Arab masih mabuk minyak dan tidak peduli sains, ada beberapa ulama Arab yg menyatakan bumi datar. Tetapi setelah negeri-negeri Arab mulai paham sains dan teknologi, bahkan seorang pangeran Arab Saudi jadi astronot, maka ulama-ulama Arab pun mengakui bentuk Bumi sebenarnya adalah bulat, bukan datar. Lalu ulama-ulama Arab merevisi fatwa mereka dan menyatakan Bumi bulat mengikuti ijma’ ulama sedunia, contohnya Syaikh bin Baz. Kaum bumi datar pura-pura buta adanya revisi fatwa tersebut.

Bukti pengakuan ulama-ulama Arab pada Bumi bulat dan astronomi modern adalah didirikannya museum Asmaul Husna di pelataran masjid Nabawi di kota Madinah. Dalam museum tersebut ditampilkan berbagai info astronomi, seperti Bumi bulat, planet-planet tata surya (heliosentris), hingga bintang-bintang raksasa di langit. Tidak mungkin museum yg membawa 99 nama Tuhan akan menampilkan Bumi bulat jika tanpa persetujuan ulama-ulama besar sedunia dan Arab Saudi karena masjid Nabawi adalah tempat suci ummat Islam sedunia.

Ijma’ ulama adalah hasil kesepakatan para ulama besar sedunia berlandaskan Al Qur’an dan Hadits serta ilmu yg benar. Tidak mungkin ijma’ ulama berdasarkan hoax dan omong kosong karena mustahil ijma’ ulama berdasarkan kesesatan dan kebodohan. Para ulama besar sedunia tentu lebih paham Al Qur’an dan Hadits lebih dari kita semua yg awam dalam agama. Muslim awam yg sok pintar menyalahkan atau menolak ijma’ ulama sedunia adalah muslim yg bodoh dan sombong.

Kedudukan ijma’ ulama dalam hukum Islam ada setelah Al Qur’an dan Hadits untuk memberi petunjuk kebenaran apabila Al Qur’an dan Hadits belum memberi petunjuk yg jelas bagi ummat Islam. Ijma’ ulama tidak bisa dibatalkan oleh fatwa 1-2 ulama yg tidak kompeten ilmunya. Contoh, ulama ilmu falak sedunia mengakui fakta Bumi bulat, maka ulama yg bukan ahli ilmu falak tidak bisa diambil fatwanya yg menolak ijma’ ulama ilmu falak. Kaum bumi datar tidak paham hal tersebut.

Jadi, jelas fakta yg benar adalah Bumi itu bulat, bukan datar. Bumi bulat sudah dibuktikan oleh ilmuwan sedunia dan diakui oleh ulama sedunia. Bumi datar adalah ajaran paganisme manusia purba yg kini dipopulerkan lagi oleh oknum non-muslim. Hanya orang-orang bodoh yg tidak paham ilmu apa pun, baik ilmu alam atau ilmu agama, yg masih bersikeras mendukung bumi datar. Faktanya, bumi datar hanyalah dongeng alias hoax saja.

Salam akal sehat! 😊