Komunikasi 3-D

Komunikasi itu ada 3 bentuk, saya sebut 3-D, yaitu:

1. Diskusi: komunikasi untuk memahami kebenaran dengan cara saling bertukar pendapat berdasarkan ilmu, logika, data, dan fakta yg absah serta bisa dipertanggung-jawabkan. Kebenaran diperoleh dengan membandingkan mana yg lebih benar sehingga semua pihak bisa mengakuinya. Kebenaran bisa ada di salah satu pihak atau kedua pihak sekaligus.

Komunikasi jenis ini penting dalam rangka mencari kebenaran ilmiah secara bersama-sama. Dalam komunitas sains, diskusi adalah kebutuhan mencari kebenaran obyektif dengan metode ilmiah dari berbagai pihak yg terlibat.

2. Debat: komunikasi untuk memperebutkan kebenaran dengan cara mengadu pendapat tiap pihak berdasarkan ilmu, logika, data, dan fakta versi masing-masing. Kemenangan diperoleh pihak yg bisa menjatuhkan argumen lawan. Kemenangan hanya ada di satu pihak, pihak lain harus salah dan kalah.

Komunikasi jenis ini penting dalam melawan kesalahan, kebohongan, dan kebodohan yg menyebar dalam masyarakat, untuk menunjukkan mana yg benar dan mana yg salah. Dalam komunitas sains, debat adalah salah satu bentuk melawan kebohongan sains palsu (pseudo-science) dan miskonsepsi (salah paham) sains.

3. Dialog: komunikasi untuk berbagi kebenaran dengan cara menjelaskan pemahaman tiap pihak berdasarkan ilmu, logika, data, dan fakta versi masing-masing. Dialog tidak untuk mencari kebenaran tunggal, tidak pula kemenangan, melainkan untuk mencapai saling pengertian dan kebersamaan.

Komunikasi jenis ini penting dalam rangka mencapai perdamaian bersama. Dalam komunitas sains, dialog adalah upaya kerjasama dengan pihak-pihak yg menggunakan prinsip dan konsep yg berbeda dengan sains, agar bisa saling sinergi, saling menghormati, dan saling menghargai. Misalnya dengan kalangan agamis.

Nah… bumi datar vs bumi bulat termasuk yg mana? Jelas bumi datar vs bumi bulat adalah debat karena telah jelas bahwa ilmu, data, dan fakta bumi bulat sudah terbukti dan diakui kebenarannya oleh ilmuwan di seluruh dunia. Sementara kaum bumi datar masih berkutat dengan kebohongan (hoax), penolakan (denial), miskonsepsi, konspirasi, khayalan, asumsi, dan klaim yg tidak bisa dibuktikan secara ilmiah dan obyektif.

Adakah kaum bumi datar yg pintar dan betul-betul paham bumi datar? Mari kita berdebat segala hal tentang bumi datar, bukan bumi bulat. Tentu berdasarkan logika, ilmu, dan fakta yg benar. Berani?

Salam akal sehat! 😊