Taksonomi Manusia

Seperti yg sudah diajarkan dalam pelajaran Biologi di sekolah, setiap makhluk hidup dikategorikan atau dikelompokkan berdasarkan ciri khas masing-masing. Sistem pengelompokan makhluk hidup secara biologi disebut taksonomi. Pengelompokan ini sangat bermanfaat untuk memahami berbagai jenis kehidupan yg ada di Bumi (sains biologi) secara lebih terstruktur dengan adanya ciri-ciri khas yg sama.

Taksonomi yg sekarang digunakan dalam sains biologi modern terdiri dari 7 tingkatan besar. Dalam tiap tingkat juga ada subtingkat untuk membedakan beberapa ciri yg tidak terlalu mencolok (minor). Taksonomi juga berkaitan dengan proses evolusi yg dilalui hingga menjadi spesies terakhir. 7 tingkatan besar taksonomi dari yg tertinggi hingga terendah adalah Kingdom (kerajaan), Phylum (divisi), Class (kelas), Order (bangsa), Family (keluarga), Genus (marga), dan Species (kelompok).

Manusia, sebagai makhluk hidup, tentu masuk dalam taksonomi juga. Taksonomi manusia adalah sebagai berikut:

  1. Kingdom: Animalia (hewan) dengan ciri khas bernafas dengan oksigen, dapat bergerak bebas, dan bereproduksi secara seksual.
  2. Phylum: Chordata (kerangka) dengan ciri khas tubuhnya memiliki kerangka tulang berbentuk batang yg keras tapi lentur, jaringan syaraf tunggal, memiliki ekor, dan celah faring (tenggorokan dan kerongkongan).
  3. Class: Mammalia (menyusui) dengan ciri khas betinanya memiliki kelenjar susu (untuk anak-anaknya), jaringan syaraf otak, bertulang belakang, berambut (sebagian besar), bernafas dengan paru-paru, beranak dengan melahirkan, dan berdarah panas.
  4. Order: Primate (utama) dengan ciri khas memiliki 5 jari dengan kuku jari, mata besar dan menghadap ke depan, berotak besar, memiliki ekor, indera visual lebih tajam dan dominan daripada indera penciuman, postur tubuh tegak, dan hidup bersosial.
  5. Family: Hominidae (kera besar) dengan ciri khas posisi ibu jari yg membuat tangan lebih cekatan, mampu membedakan fungsi tangan dan kaki, ekornya mengecil dan tidak muncul, susunan gigi simetris 2-1-2-3 (seri, taring, premolar, geraham), melahirkan bayi yg tak berdaya (perlu pengasuhan), memiliki tata sosial sederhana, dan memiliki kesadaran diri (self awareness).
  6. Genus: Homo (manusia) dengan ciri khas selalu berjalan tegak, mampu menggunakan dan membuat alat bantu, memiliki bahasa dengan makna yg rumit, dan membangun sistem masyarakat.
  7. Species: Homo Sapiens (manusia bijak) dengan ciri khas mampu mewariskan budaya secara turun-temurun dengan bahasa dan tulisan (melampaui batasan genetik), membuat sistem ilmu pengetahuan yg berkelanjutan lintas generasi, menciptakan alat bantu yg rumit, dan membangun peradaban lintas suku bangsa. 

Bukti fosil menunjukkan ada beberapa spesies lain dari marga Homo yg sempat hidup dalam satu masa dengan Homo Sapiens, namun mereka tidak mampu bertahan lama. Hipotesis ilmuwan yg saat ini paling banyak diterima adalah karena spesies Homo lainnya kalah dalam persaingan sosial dan perebutan sumber daya alam –atau dalam kata lain kalah perang– melawan Homo Sapiens sehingga menyebabkan kepunahan spesies Homo lainnya.

human-stone-digital.jpgHomo Sapiens adalah manusia modern dan merupakan satu-satunya marga Homo yg masih hidup hingga kini. Homo Sapiens adalah makhluk hidup yg paling cerdas dibandingkan seluruh makhluk hidup yg ada di muka Bumi. Walaupun secara fisik tergolong lemah, namun kecerdasannya menjadikan manusia sebagai makhluk hidup paling unggul dan paling berkuasa di Bumi. Sains dan teknologi adalah ciri khas sekaligus kekuatan utama Homo Sapiens.

Nah, jika ada manusia modern yg justru menolak sains dan teknologi modern, mungkin dia ingin kembali menjadi manusia purba (yg telah punah). Bisa jadi ada sisa-sisa genetik manusia purba yg masih bertahan dalam DNA yg kembali muncul di otak mereka sehingga membuat mereka masih punya pola pikir layaknya manusia purba. Manusia seperti itu patut kita lestarikan mengingat manusia purba sudah punah. Contohnya adalah kaum bumi datar.

Salam akal sehat! 😊