Berpikir Terbuka dengan Benar

Kaum bumi datar sering menyatakan bahwa kita harus berpikiran terbuka dan menerima segala kemungkinan penjelasan terhadap kejadian atau fakta alam karena kebenaran sains tidaklah mutlak. Maka dari itu, hanya orang-orang yg berpikiran terbuka saja yg bisa menerima kemungkinan “teori” bumi datar itu benar secara sains. Mereka yg hanya percaya begitu saja pada sains modern (yg telah membuktikan Bumi bulat) akan dituduh sebagai orang yg tidak mampu atau tidak mau berpikir terbuka.

Argumen kaum bumi datar di atas adalah sesat pikir (fallacy). Begini…

Ajakan untuk berpikir terbuka dan menerima segala kemungkinan penjelasan atas kejadian atau fakta alam adalah ajakan yg benar. Pernyataan bahwa kebenaran sains tidak mutlak juga benar. Kedua hal itu adalah premis. Namun, simpulan berupa pernyataan bahwa “teori” bumi datar itu bisa jadi benar (secara sains) adalah salah. Tuduhan bahwa kita hanya percaya begitu saja pada sains modern (dan fakta Bumi bulat) juga salah.

carl_sagan - open_mind.jpg

Di mana salahnya?

Pertama, kebenaran sains itu dibangun berdasarkan pengamatan pada kejadian atau kondisi alam yg dilakukan secara obyektif oleh orang-orang yg ahli dan berilmu. Kebenaran sains selalu didukung data empiris, logis, dan matematis yg telah dikonfirmasi oleh orang-orang yg juga ahli dan berilmu. Sains modern, dengan segala data dan fakta ilmiah yg disajikan oleh para ilmuwan sedunia, telah terbukti dengan meyakinkan bahwa Bumi itu bulat. Dengan begitu, tidak mungkin Bumi itu datar. Karena mustahil Bumi itu bisa bulat dan datar sekaligus.

Kedua, manusia menerima sains berdasarkan pembuktian ilmiah, bukan hanya semata-mata percaya saja. Seperti yg saya jelaskan di atas –dan berkali-kali di tulisan-tulisan saya yg lain– sains itu dibangun berdasarkan pengamatan pada alam secara obyektif. Sains itu dipelajari dan dipahami, bukan untuk dipercaya. Sains itu bukan ajaran dogmatis seperti agama. Yg mengatakan kita percaya begitu saja pada sains malah menunjukkan yg bilang itu tidak paham sains. Silakan baca lagi penjelasan saya pada tulisan yg berjudul “Sains dan Agama” dan “Sains dan Percaya“.

Sementara, kaum bumi datar sendiri sebenarnya malah tidak mau berpikir terbuka. Mereka menolak penjelasan dan fakta sains yg telah terbukti dengan meyakinkan bahwa Bumi itu bulat. Padahal “teori” bumi datar tidak mampu memberikan penjelasan dan bukti ilmiah yg meyakinkan. Tidak ada rujukan ilmu dan ilmuwan yg mendukung “teori” bumi datar. Tidak ada penelitian ilmiah yg bisa membuktikan “teori” bumi datar. Kaum bumi datar menerima “teori” bumi datar semata dengan keyakinan belaka. Pokoknya bumi itu datar, titik! Menerima “teori” bumi datar tapi menolak fakta Bumi bulat. Bagaimana mungkin itu bisa disebut berpikir terbuka?

Ketiga, berpikir terbuka saja tidak cukup. Bahkan berpikir saja juga tidak cukup. Semua orang tentu bisa berpikir, tapi bukan berarti setiap hasil pikiran itu pasti benar. Berpikir terbuka pun juga tidak cukup. Berpikir terbuka tanpa ilmu akan membuat otak kita seperti tong sampah. Tidak penting benar atau salah, pokoknya terima saja semua. Tentu cara berpikir yg demikian itu salah. Gunakanlah ilmu yg benar untuk menentukan mana informasi yg layak masuk ke otak kita dan mana informasi yg harus dibuang dari otak kita. Kita menolak faham bumi datar bukan karena kita tidak berpikiran terbuka, melainkan karena faham bumi datar itu sudah jelas terbukti salah dan bohong.

Seperti biasa, kaum bumi datar sering menuduh keburukan pada orang lain, padahal sejatinya justru mereka sendiri yg melakukan keburukan tersebut. Mereka bilang kita tidak mau berpikir terbuka, tapi justru mereka sendiri yg tidak bisa berpikir terbuka. Mereka bilang kita tidak boleh percaya begitu saja pada sains, tapi justru mereka sendiri yg percaya begitu saja pada dongeng bumi datar (dan dianggap benar). Mereka tidak mau bercermin, mungkin mereka takut pada bayangan mereka sendiri. Dan jika pun mereka bercermin dan melihat sosok yg buruk, yg salah adalah cerminnya. Buruk rupa cermin dibelah.

Memang begitulah argumen kontradiktif (bertentangan) dari kaum bumi datar. Mereka tidak paham sains, bukannya belajar malah menyalahkan sains. Sudah berkali-kali ditunjukkan fakta-fakta Bumi bulat, masih tetap saja tidak mau terima (denial). Sudah berkali-kali dijelaskan apa dan bagaimana sains, masih tetap saja tidak mau paham. Itu sebabnya saya bilang kaum bumi datar itu orang-orang bodoh yg sombong.

Salam akal sehat! 😊

Iklan