Adakah Gaya Tolak Bumi?

Kaum bumi datar sering bertanya jika gravitasi itu gaya tarik Bumi, lalu mana gaya tolak Bumi? Seperti biasa, dari pertanyaannya saja sudah salah dan jelas terlihat bahwa bani datar tidak paham sains dasar. Mari kita bahas apa masalah dari pertanyaan tersebut.

Alasan yg paling umum dari bani datar terkait pertanyaan di atas adalah semua hal di dunia ini pasti berpasang-pasangan sehingga jika ada gaya tarik Bumi maka harus ada gaya tolak Bumi. Dasar dari pemikiran itu biasanya dari dalil agama (tertentu) yg dipahami bani datar secara keliru. Di alam, yg punya pasangan hanyalah makhluk hidup yg berkembang biak secara seksual. Makhluk hidup yg mengenal dua jenis kelamin, yaitu jantan atau betina. Selain itu, tidak ada pasangan. Contoh, apa pasangan batu? Tidak ada.

Alasan lain dari bani datar adalah hukum aksi-reaksi. Memang setiap aksi dari gaya gravitasi Bumi akan mendapatkan reaksi, tetapi reaksi hanya muncul dari benda lain yg terkena gravitasi Bumi. Reaksi tidak mungkin muncul dari benda yg sama dengan yg melakukan aksi sehingga tidak ada reaksi berupa gaya tolak Bumi. Reaksi terhadap gaya gravitasi Bumi bisa bermacam-macam, tergantung aksi yg ditimbulkan. Contoh, benda yg diletakkan di atas benda lain akan mendapat reaksi berupa gaya normal dari benda di bawahnya.

Alasan yg tampak sedikit “pintar” adalah hukum kekekalan energi. Saya bilang begitu karena setidaknya pengetahuannya sedikit lebih tinggi dari yg gunakan dua alasan sebelumnya, walaupun masih tetap salah juga. Kesalahan alasan ini adalah tidak mampu bedakan gaya dan energi. Padahal gaya dan energi juga sudah dijelaskan dan dibuktikan di pelajaran Fisika di sekolah, lengkap dengan praktikum ilmiahnya di laboratorium sekolah.

gravity_pulls_toward_center.png

Gaya dan energi adalah dua hal yg sangat berbeda. Gaya memiliki satuan Newton, sedang energi memiliki satuan Joule. Gaya adalah interaksi antar dua benda, atau lebih. Energi adalah properti sebuah benda. Energi tidak memiliki arah, sedang gaya memiliki arah. Gaya adalah cara energi dipindahkan dari satu bentuk energi ke bentuk energi lain. Kekeliruan memahami gaya dan energi menimbulkan gagasan mesin yg bisa menghasilkan energi untuk dirinya sendiri (perpetual motion machine). Bani datar menyebutnya “free energy” yg mustahil diwujudkan.

Fakta setiap benda jatuh ke bawah adalah bukti pengaruh gaya karena ada gerak dan arah (vektor) yaitu gaya gravitasi dari energi potensial. Massa jenis adalah kerapatan zat yg merupakan properti benda sehingga tidak memiliki arah (skalar). Massa jenis juga bukan sumber energi, satuannya kg/m³. Maka mustahil massa jenis bisa menggerakkan benda ke arah mana pun, seperti yg dikatakan oleh bani datar. “Kok balon bisa terbang?”, begitu biasanya bantahan bani datar. Balon bisa terbang karena adanya gaya apung yg lebih besar dari gaya gravitasi. Lagi-lagi karena gaya, bukan karena massa jenis.

Fakta alam yg ada adalah hukum kekekalan energi, tidak ada hukum kekekalan gaya. Hukum kekekalan energi menyatakan energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain tetapi energi tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan. Jumlah energi di alam semesta selalu tetap, tidak bertambah atau berkurang, sejak energi diciptakan saat ledakan besar terjadi. Gravitasi Bumi adalah gaya, bukan sumber energi, maka tak berlaku hukum kekekalan energi. Tidak ada hubungan antara kekekalan energi dengan keharusan adanya gaya tolak Bumi.

Sains tidak pernah mengada-ada sesuatu yg tidak ada, hingga terbukti keberadaannya secara ilmiah. Ilmuwan sedunia tidak pernah menemukan fakta adanya gaya tolak Bumi, pun tidak ada hukum alam yg mengharuskan adanya gaya tolak Bumi. Maka berhentilah bani datar berkhayal tentang gaya tolak Bumi yg tidak pernah ada. Lebih baik bani datar belajar ilmu alam yg benar.

Salam akal sehat! 😊