Siapakah yg Sok Pintar?

Dalam debat dengan kaum bumi datar, mereka seringkali menuduh saya sebagai orang yg sok pintar. Itu sebenarnya tuduhan konyol. Perilaku khas kaum bumi datar yg sering memutar-balikkan fakta dan kebenaran. Begini…

Saya tidak pernah mengklaim diri sebagai orang yg pintar. Dalam debat atau status, saya hanya menyampaikan informasi sains yg saya pahami. Saya bukan ahli fisika, bukan ahli kimia, bukan ahli biologi, pun bukan ahli matematika. Tapi saya paham sains secara umum, yaitu sains yg diajarkan pada saya sejak sekolah dasar hingga sarjana. Ditambah lagi bacaan-bacaan sains populer, baik dari buku maupun situs internet. Siapa saja yg pernah bersekolah dan suka membaca, seharusnya juga memiliki pengetahuan yg sama dengan saya, bisa jadi malah lebih pintar dari saya. Tidak ada yg istimewa dari apa yg saya ketahui dan pahami tentang sains. Orang yg berbagi pengetahuan yg benar itu bukan berarti sok pintar. Orang sok pintar adalah orang bodoh yg mengklaim dirinya lebih pintar dari orang pintar yg sebenarnya.

Semua pengetahuan sains saya peroleh dari sumber-sumber yg benar dan dapat dipertanggung-jawabkan. Buku pelajaran sekolah atau kuliah, tentu disusun oleh para ahli pendidikan dan ilmuwan di bidangnya masing-masing. Seluruh buku sains populer yg saya baca adalah karya ilmuwan yg dikenal, setidaknya di tingkat nasional. Seluruh situs sains yg saya baca dan video sains yg saya tonton, dibuat oleh para ilmuwan dan para ahli. Semua sumber itu jelas identitas orang atau organisasinya, jelas latar keilmuannya, jelas keahliannya, bukan sumber abal-abal. Dan sains adalah ilmu yg berdasarkan pembuktian melalui penelitian ilmiah oleh ilmuwan yg diakui. Sains bukan klaim (atau fatwa) sepihak yg harus dipercayai begitu saja oleh orang lain. Sains bukan agama. Sistem dan metode sains tidak memungkinkan adanya kepercayaan atau keyakinan terhadap hasil penelitian atau teori ilmiah. Hanya orang bodoh yg tidak paham sains yg bilang teori sains itu dipercaya, tanpa bukti, dan hanya khayalan para ilmuwan. Sama bodohnya dengan orang yg menuduh orang yg paham sains sebagai penyembah sains.

Semua informasi sains yg saya sampaikan hanyalah terusan dari para ilmuwan yg telah diakui dan diterima dunia. Saya tidak mampu bikin teori ilmiah sendiri. Saya tidak bikin penelitian sendiri dan ambil kesimpulan sendiri. Saya tidak punya cukup ilmu dan kemampuan untuk membantah teori ilmiah yg telah terbukti benar. Saya paham sains, tapi bukan ahli sains. Jika pun saya melakukan penelitian ilmiah maka tujuannya adalah belajar, bukan sok pintar menyalahkan sains. Karena saya bukan ilmuwan, saya hanya orang awam yg tahu diri. Menyalahkan sains tentu boleh dan sah-sah saja. Tapi menyalahkan ilmu tentu harus dengan ilmu pula, bukan dengan omong kosong tanpa ilmu. Menyalahkan ilmu tanpa ilmu adalah kesombongan. Sains sangat terbuka pada kritik dan koreksi karena kebenaran sains bersifat relatif dan sementara. Kebenaran sains hanya diakui benar selama masih terbukti benar dan belum terbukti salah.

ignorance_hawking

Nah, sekarang kita bandingkan dengan kaum bumi datar. Apakah mereka paham sains? Tidak. Apakah sumber pengetahuan mereka bisa dipertanggung-jawabkan? Tidak. Apakah pengetahuan mereka didukung bukti dan fakta dari penelitian ilmiah? Tidak. Apakah ada ilmuwan bumi datar yg diakui dunia? Tidak ada. Mereka tidak paham ilmu dan tidak punya keahlian, tapi sok bikin penelitian sendiri lalu mengarang teori sendiri kemudian dipercaya sendiri. Bagaimana mungkin teori sok ilmiah dari orang bodoh tak berilmu bisa diakui benar? Mereka menerima bumi datar seperti keyakinan agama, percaya begitu saja tanpa perlu bukti ilmiah apapun. Mereka menolak ilmu yg benar dan merendahkan ilmuwan (dan ulama) yg pintar. Tak cukup itu, mereka tega membuat fitnah dan berita bohong demi membela keyakinan mereka, bahkan sambil membawa ayat suci segala. Lalu mereka pun menyebarkan kebodohan dan kebohongan mereka pada orang banyak. Apa sebutan yg layak bagi orang-orang seperti itu? Ya… mereka orang-orang bodoh yg sombong. 

Jadi, sudah jelas, kaum bumi datarlah yg sebenarnya sok pintar. Ya, saya hanya orang awam yg bodoh, jika dibandingkan dengan para ilmuwan. Namun seperti peribahasa “di atas langit ada langit” maka kebodohan saya belumlah seberapa dibandingkan dengan kebodohan kaum bumi datar. Sungguh tak ada apa-apanya. Kaum bumi datar adalah juara kebodohan.

Salam akal sehat! 😊 

Iklan