Benarkah Kaum Bumi Datar Melawan Elit Global?

vector-fist-icon

Dalam video propaganda kaum bumi datar, atau dalam gembar-gembor para pegiat gerakan bumi datar, seringkali dikatakan bahwa tujuan utama gerakan bumi datar adalah untuk meruntuhkan kekuasaan elit global¹ (EG) di dunia. Kaum bumi datar ingin menjatuhkan kuasa elit global agar manusia bisa lepas dari cengkraman kejahatannya dan menikmati kesejahteraan. Namun, mengapa kita tidak pernah melihat aksi nyata gerakan kaum bumi datar melawan elit global di berita-berita, baik lokal maupun internasional?

“Ah, mungkin saya saja yg tidak tahu”, begitu pikir saya. Maka saya lakukan pencarian di Google seputar hal tersebut. Di beberapa grup debat bumi datar yg anggotanya hingga puluhan ribu orang, saya pun menanyakan bukti-bukti gerakan nyata yg telah dilakukan kaum bumi datar dalam melawan elit global. Katanya gerakan bumi datar itu sudah puluhan hingga ratusan tahun berjuang melawan elit global, tentu seharusnya ada banyak bukti gerakan nyata perlawanan mereka. Namun hingga beberapa hari kemudian, tidak ada satu pun kaum bumi datar yg bisa memberikan bukti dan jawaban atas pertanyaan saya tersebut.² Ini kan aneh?!

Dari situ, saya pikir sah-sah saja jika saya curiga bahwa kaum bumi datar ini adalah antek elit global yg sebenarnya. Para dedengkot kaum bumi datar pun tak jelas identitasnya. Mereka membuat video propaganda bumi datar tanpa bukti ilmiah apa pun kecuali omong kosong berbasis konspirasi dan hoax (yg kadang dibungkus agama). Dengan propaganda itu, gerakan bumi datar malah menyerang sains dan ilmu pengetahuan yg benar, bukan menyerang elit global. Propaganda bumi datar ini sebenarnya adalah gerakan cuci otak dan pembodohan pada masyarakat agar bangsa kita terjauhkan dari sains dan teknologi yg benar dan modern. Tujuannya adalah agar membuat bangsa kita jadi bodoh sehingga mudah dibodohi oleh mereka. Dengan demikian elit global akan lebih mudah beroperasi dan menguasai (menjajah) bangsa kita yg sudah tertinggal dalam sains dan teknologi. Strategi seperti ini disebut dengan istilah “false flag” (bendera palsu) atau “controlled opposition” (lawan yg berada di bawah kendali).

Secara umum, gerakan pembodohan yg dilakukan kaum bumi datar ini mirip dengan kebijakan Belanda jaman dahulu yg menjauhkan bangsa kita dari ilmu dan pendidikan yg benar supaya kita tetap bodoh sehingga mau saja dijajah (hingga ratusan tahun). Dan gerakan cuci otak yg dilakukan kaum bumi datar ini juga mirip dengan gerakan radikalisme seperti ISIS atau pemberontakan ala PKI. Mereka merekrut antek-antek dari bangsa kita sendiri, orang-orang yg bodoh tapi punya loyalitas dan semangat tinggi. Kemudian dicuci otaknya dan dididik agar bisa jadi boneka mereka dalam rangka menghancurkan ilmu dan pendidikan kita. Dengan boneka-boneka tersebut, mereka mengadu domba kita atas nama ilmu pengetahuan. Mereka memecah-belah kita menjadi kaum bumi datar dan bumi bulat. Bahkan mereka memancing konflik antar sesama umat beragama. Propaganda bumi datar membuat kita seolah-olah menegakkan kebenaran dan melawan elit global, padahal sebenarnya kita justru menghancurkan ilmu pengetahuan dan malah membantu melancarkan rencana-rencana dan program-program elit global itu sendiri. Sebuah taktik yg cerdik tapi jahat!

Karena itu, kita harus mulai waspada dan hati-hati. Taktik licik seperti itu hanya bisa bekerja pada orang-orang bodoh yg malas berpikir dan kurang ilmu. Bagi orang yg pintar dan berilmu, taktik seperti itu tidak akan efektif. Karena itu, kita harus cerdas dan paham ilmu pengetahuan. Mulai hari ini kita harus berani menolak propaganda bumi datar, terutama di video-video mereka. Setidaknya kita harus mulai melakukan verifikasi ulang terhadap setiap “fakta” yg mereka sajikan. Mereka tampak seolah-olah menampilkan kebenaran padahal aslinya itu adalah kebohongan dan kebodohan. Kita tidak boleh terkecoh dan terlena dengan propaganda yg dilakukan oleh para aktivis bumi datar. Kita jangan langsung percaya begitu saja pada propaganda dan bualan mereka. Mari kita buka pikiran, buka wawasan, dan kuasai ilmu pengetahuan.

revolution

Bangsa kita sudah pernah mengusir Portugis. Kita sudah pernah mengalahkan Belanda. Dan kita sudah pernah memulangkan Jepang. Gerakan kaum bumi datar –yg aslinya adalah antek-antek elit global itu– tidak ada apa-apanya dibandingkan musuh-musuh yg sudah pernah ditaklukkan bangsa kita dulu. Kita juga punya Soekarno (Presiden pertama RI) yg lantang dan berani melawan kuasa elit global (waktu itu Amerika dan sekutunya). Kita punya KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) dan KH Hasyim Asy’ari (pendiri Nahdlatul Ulama) yg ikut berjuang melawan penjajahan dengan ilmu dan pendidikan. Kita punya B.J. Habibie (seorang jenius ahli rancang bangun pesawat terbang) yg membuat negara maju pun tergantung pada ilmu dan kecerdasannya. Maka kita sekarang harus bisa tunjukkan bahwa elit global tidak bisa seenaknya membodohi kita, merusak pendidikan kita, apalagi menguasai bangsa kita. Kita harus tunjukkan pada para aktivis bumi datar –antek-antek elit global itu– bahwa kita adalah bangsa yg kuat dan pintar. Ini adalah perjuangan intelektual!

Akhirnya… hanya ada satu kata untuk gerakan bumi datar, LAWAN!

_____
¹ Anggap saja elit global itu benar-benar ada.
² Tak hanya itu, saya pun ditendang keluar dan tulisan saya menghilang dari beberapa grup tersebut.

– Gambar diambil dari sini dan sini.

Iklan