Sains dan Teknologi

Sains atau ilmu alam dihasilkan oleh ilmuwan melalui riset ilmiah yg obyektif dan terbukti benar. Teknologi dihasilkan oleh insinyur (engineer) melalui rekayasa rancang bangun yg teruji nyata. Karya kedua profesi itu saling mempengaruhi. Riset ilmiah makin akurat dengan memanfaatkan teknologi. Teknologi makin canggih dengan memanfaatkan sains. Sains dan teknologi adalah hal yg berbeda tetapi saling tergantung satu dengan yg lain, sebagaimana juga ilmuwan dan insinyur saling membutuhkan hasil karya yg lain.

sciencetech.png
Diagram hubungan sains dan teknologi dalam peradaban manusia.

Kaum bumi datar tidak mampu membedakan sains dan teknologi, juga profesi ilmuwan dan insinyur. Kaum bumi datar menganggap sains dan teknologi adalah dua hal terpisah yg tidak terkait satu sama lain, tidak saling berhubungan dan tidak saling memanfaatkan. Itu sebabnya kaum bumi datar merasa tidak bersalah menolak sains tapi tetap menggunakan teknologi. Kaum bumi datar tidak paham bahwa tidak mungkin ada teknologi tanpa adanya sains. Lagi-lagi ini bukti bahwa kaum bumi datar memang tidak paham apa-apa.

Lebih jauh, kaum bumi datar pun tidak paham hubungan antara sains dan teknologi dengan peradaban manusia. Kaum bumi datar mengira peradaban manusia hanya proses sosial yg tidak butuh sains dan teknologi. Tentu saja itu salah. Peradaban manusia berkembang semakin maju karena sains dan teknologi. Sains membuat manusia semakin pintar dan memahami banyak ilmu. Teknologi membuat manusia bisa membuat alat bantu dan dengan alat bantu tersebut manusia bisa melakukan dan membuat banyak hal secara lebih efektif dan efisien. Dengan keduanya manusia bisa membangun sistem tata masyarakat dan sosial politik yg makin baik hingga menjadi peradaban modern sekarang ini.

Hewan dan tanaman hanya bisa membangun kelompok sosial, tapi belum mampu membangun peradaban. Sains dan teknologi adalah bukti bahwa manusia punya akal yg lebih cerdas dan tata sosial yg lebih terpadu dari golongan hewan lainnya. Kemampuan manusia membangun peradaban secara turun-temurun, dengan sains dan teknologi, adalah kelebihan yg tidak dimiliki makhluk hidup lainnya. Tanpa sains dan teknologi, peradaban manusia akan tetap sebagai manusia purba yg primitif, tak ada bedanya dengan hewan. 

Maka penolakan kaum bumi datar pada sains –apalagi sains dasar seperti fisika, kimia, dan biologi– adalah bukti jelas bahwa kaum bumi datar hanyalah kumpulan orang-orang bodoh yg sombong. Kaum bumi datar bahkan tidak paham apa yg mereka katakan sendiri. Kaum bumi datar mengajak orang modern untuk kembali ke jaman purba yg primitif. Jaman ketika manusia belum memiliki ilmu pengetahuan, belum menghasilkan teknologi, belum membangun masyarakat berperadaban, bahkan tidak bisa baca-tulis.

Kini kita hidup di abad 21, abad modern dengan pencapaian sains dan teknologi yg jauh lebih tinggi dan canggih dari seluruh peradaban yg pernah ada di muka Bumi. Dengan menolak sains, kaum bumi datar adalah manusia dengan pemikiran yg masih purba dan primitif. Itu sebabnya saya sebut kaum bumi datar itu manusia yg raganya hidup di abad 21 tetapi akalnya tertinggal di abad 21 SM.

Salam akal sehat! 😊