Siapakah Kaum Bumi Bulat?

Seperti biasa, kaum bumi datar menyamakan orang lain seperti mereka menganggap diri mereka sendiri. Mereka yg tidak paham sains, tapi orang lain yg dibilang salah. Mereka yg tidak paham logika, tapi orang lain yg dituduh bodoh. Mereka yg tidak paham agama, tapi orang lain yg dituduh kafir. Mereka yg delusional, tapi orang lain yg dituding berkhayal. Dan sebagainya. Dalam ilmu psikologi, ini disebut psychological projection (proyeksi psikologis) dan merupakan sebuah gangguan kejiwaan.

chickenhangover3.jpg
Berbagai jenis psikologis penolakan diri menurut Freud.

Demikian juga ketika mereka melihat kaum bumi bulat, atau mereka sebut bani air melengkung. Mereka menganggap kaum bumi bulat itu hanya komunitas atau sekumpulan orang saja, seperti kaum bumi datar. Mereka menganggap kaum bumi bulat itu hanya percaya begitu saja pada Bumi bulat, seperti kaum bumi datar. Mereka menganggap kaum bumi bulat itu juga tidak paham sains tapi berlagak sok pintar, seperti kaum bumi datar. Tentu semua itu salah. Itu hanya anggapan sepihak mereka saja, yg mereka karang sendiri, lalu mereka anggap benar sendiri, kemudian memaksakan anggapan –yg salah itu– pada orang lain. Perilaku kaum bumi datar memang begitu, bukti bahwa mereka punya masalah psikologis, selain masalah sains.

Sebenarnya, jika merujuk pada definisi kaum bumi datar yaitu sekumpulan orang (komunitas) yg meyakini Bumi itu datar, maka sebenarnya tidak ada yg namanya kaum bumi bulat. Jika kaum bumi bulat adalah komunitas maka seluruh manusia di Bumi yg berpendidikan dan paham sains, adalah anggota komunitas bumi bulat. Buat apa jadi komunitas jika anggotanya seluruh manusia? Ya sebut saja umat manusia. Hanya orang-orang tidak berpendidikan, atau berpendidikan tapi tidak paham sains, yg percaya Bumi itu datar. Dan jumlah mereka sangat sedikit sekali jika dibandingkan dengan seluruh manusia. Jadi jika ada kaum bumi datar yg bilang bahwa kaum bumi datar akan segera bangkit dan elit global akan segera runtuh, abaikan saja. Itu hanya mimpi mereka di siang bolong, jauh sekali dari fakta sebenarnya.

Kenyataannya, kaum bumi datar hanya jadi bahan olokan dan becandaan saja di ruang publik. Sebab kaum bumi datar tidak pernah punya bukti ilmiah Bumi datar. Mereka tidak punya penelitian ilmiah yg diakui dan terbit di jurnal ilmiah. Mereka tidak punya dukungan ilmuwan profesional dan dikenal. Mereka tidak punya rujukan ilmu yg benar. Mereka hanya bisa pamer kebodohan di internet dan media sosial. Koar-koar di dunia maya ala keyboard warrior, merasa sok pintar dan sok penting. Padahal mereka bukan siapa-siapa dan tidak akan bisa mengubah apa pun. Mereka tidak akan bisa mengubah sains. Mereka tidak akan bisa mengubah pendidikan. Mereka juga tentu tidak akan bisa melawan elit global. Jadi jika ada kaum bumi datar yg bilang akan mengubah dunia, apalagi dalam waktu dekat, abaikan saja. Itu hanya khayalan mereka belaka, tidak sesuai dengan kenyataannya.

Lalu siapakah sebenarnya kaum bumi bulat itu? Dari berbagai grup diskusi bentuk bumi, saya definisikan kaum bumi bulat adalah orang-orang yg berusaha melawan kebohongan dan kebodohan yg disebarkan oleh kaum bumi datar. Jika demikian, maka pantas apabila kaum bumi bulat disebut sebagai komunitas sebab tidak semua orang yg paham sains mau repot-repot melawan kaum bumi datar. Mengapa kami –kaum bumi bulat– mau meluangkan waktu, pikiran, dan tenaga untuk melawan kaum bumi datar? Karena kami peduli pada pendidikan dan ilmu pengetahuan, sebagian bahkan cinta pada ilmu pengetahuan. Kami tidak ingin masyarakat kita jadi korban pembodohan dan pembohongan yg dilakukan kaum bumi datar. Janganlah bangsa kita yg belum maju ini jadi makin terpuruk oleh propaganda omong kosong dari kaum bumi datar.

Betul jika ada kaum bumi datar yg bilang bahwa kaum bumi bulat (dengan definisi saya di atas) ada karena ada kaum bumi datar. Sebab kaum bumi bulat adalah anti-thesis dari kaum bumi datar. Tapi apakah jika tidak ada kaum bumi datar lalu hidup kaum bumi bulat jadi kosong? Tentu tidak! Justru kebahagiaan dan kecintaan kami pada ilmu pengetahuan jadi terganggu sejak adanya kaum bumi datar. Saat seharusnya kami bisa baca buku sains atau jurnal ilmiah terbaru, jadi tertunda karena melayani debat dengan kaum bumi datar. Saat seharusnya kami bisa diskusi seru tentang artikel ilmiah yg sedang viral, jadi batal karena menjawab pertanyaan bodoh dari kaum bumi datar. Saat seharusnya kami bisa riset amatir untuk lebih memahami sains, jadi terhalang karena malah riset untuk membuktikan Bumi bulat pada kaum bumi datar. Saat seharusnya kami ngeblog atau ngevlog tentang gosip di dunia ilmiah, jadi teralihkan oleh gosip tidak penting di grup debat kaum bumi datar. Percayalah… kaum bumi bulat itu lebih bahagia jika kaum bumi datar tidak ada. Tidak hanya kami, seluruh manusia pun akan lebih bahagia jika kaum bumi datar bisa sadar dan kembali ke jalan ilmu yg benar.

Maka, kaum bumi datar jangan pernah berharap faham bumi datar akan terus berkembang, sebab kami akan terus ada dan melawan. Dan bagi kaum bumi datar yg betul-betul ingin belajar dan paham sains, mari kita diskusi dengan kepala terbuka dan rujukan ilmu yg benar. Bagaimana pun kita semua masih bersaudara, sesama makhluk Tuhan yg ingin mencari kebenaran. Tidak perlu sungkan atau malu apalagi sombong karena kebodohan kita, sebab semua orang itu bodoh pada awalnya. Maka lawanlah kebodohan itu dengan belajar ilmu yg benar pada orang yg ahli. Jangan malah bodohnya dibikin permanen, seperti kaum bumi datar yg bebal itu. Bisa?

Salam akal sehat! 😊

_____
– Gambar diambil dari sini.

Iklan