Mentoleransi Kebodohan Bumi Datar

Dalam beberapa hari terakhir di grup debat bumi datar, saya melihat beberapa orang kaum bumi datar mulai melemparkan opini toleransi perbedaan pendapat kaum bumi datar dan Bumi bulat. Dibungkus dengan alasan persatuan, kerukunan, dan musuh bersama (pada elit global alias EG), sebagian kaum bumi datar ini mengajak semua orang untuk saling menghormati perbedaan pendapat dan mengurangi perdebatan yg tidak penting. Ini sebenarnya bukan hal yg baru, tapi saya merasa isu toleransi diangkat lagi akhir-akhir ini. Begini…

Yg perlu saya tekankan di awal adalah faham bumi datar dan sains yg jadi dasar Bumi bulat itu bukanlah perbedaan pendapat. Perbedaan pendapat itu hanya terjadi jika ada dua pendapat (atau lebih) yg masing-masing bisa sama-sama benar atau sama-sama salah. Belum bisa ditentukan secara pasti mana yg benar dan salah. Tetapi jika salah satu pendapat itu jelas salah dan bohong, sementara pendapat yg lain jelas benar dan terbukti, maka keduanya bukan lagi perbedaan pendapat. Melainkan berbeda benar-salah; satunya jelas salah, dan satunya jelas benar. Bumi datar itu sudah jelas salah dan bohong, tidak ada bukti dan fakta ilmiah satu pun yg mendukungnya, kecuali asumsi kosong dan khayalan belaka. Sementara Bumi bulat itu sudah jelas fakta alam yg benar, yg didukung ribuan fakta dan bukti dari ribuan penelitian ilmiah oleh ribuan ilmuwan sedunia. Jadi, menyetarakan faham bumi datar dan sains Bumi bulat adalah sesat pikir yg nyata.

Nah, karena sudah jelas salah dan bohong maka kita tidak bisa mentoleransi, apalagi menghormati dan menghargai, faham bumi datar. Mengajak orang bertoleransi pada faham bumi datar itu sama saja dengan mengajak orang bertoleransi pada penjahat dengan alasan tidak semua orang itu bisa baik. Masa’ kita harus toleransi pada perampok dengan alasan Indonesia itu ber-“bhinneka tunggal ika”? Faham bumi datar adalah kebodohan dan kebohongan. Bertoleransi pada faham bumi datar sama saja kita menyetujui kebodohan dan kebohongan merajalela di masyarakat. Bagaimana sikap yg benar pada kebodohan dan kebohongan? Lawan! Hanya orang-orang bodoh yg tidak paham ilmu saja yg mau bertoleransi pada kebodohan dan kesalahan. Jangankan bertoleransi, bersikap netral saja, sudah merupakan sikap yg salah karena itu artinya kita melakukan pembiaran, yg itu juga merupakan bentuk dukungan secara pasif. Saya setuju jika perbedaan pendapat harus kita hargai dan hormati, tapi kesalahan harus dikoreksi dan kebodohan harus diedukasi, bukan malah dibiarkan.

stupidity_intolerance

Ada pula sebagian kaum bumi datar yg mengajak untuk menghentikan perdebatan antara kaum bumi datar dengan pembela ilmu pengetahuan (baca: globe earth alias GE), selain karena ajakan toleransi, juga karena kaum bumi datar tidak akan merugikan apa-apa ke orang lain. Ini juga sesat pikir akibat tidak paham pentingnya ilmu pengetahuan dan pendidikan. Faham bumi datar itu merusak ilmu pengetahuan dan pendidikan di masyarakat karena kaum bumi datar mengajak orang untuk menolak atau anti ilmu pengetahuan yg benar. Faham bumi datar seolah mengajak orang untuk berpikir tapi sebenarnya adalah gerakan cuci otak yg menolak sains dan teknologi. Bangsa kita ini sudahlah minat baca rendah, minat menulis rendah, masih mau ditambah anti-sains pula? Makin terbelakang saja bangsa kita ini nanti. Padahal katanya kaum bumi datar ingin bangsa kita maju. Bagaimana bisa maju jika malah diajak untuk menolak ilmu pengetahuan? Bagaimana bisa melawan elit global jika kita jadi orang bodoh dan tidak paham ilmu? Lihat saja gerakan anti-vaksin yg sama bodohnya dengan gerakan faham bumi datar ini. Sudah berapa anak-anak Indonesia yg meninggal karena tidak mendapatkan vaksin? Makanya saya bilang, kaum bumi datar itu justru membantu elit global dengan membuat bangsa kita makin bodoh. Mikir!

Sebagian kaum bumi datar yg lain juga beralasan bahwa tujuan dari gerakan bumi datar ini bukan tentang bentuk Bumi, melainkan perlawanan pada elit global. Jika memang betul-betul ingin melawan kejahatan elit global, ayo kita sama-sama melawannya. Tapi bukan dengan cara merusak ilmu pengetahuan dan pendidikan, yg justru tidak relevan dengan kejahatan elit global yg dimaksud. Gerakan bumi datar bukannya memperbaiki keadaan, malah makin memperburuk keadaan. Lihat saja yg dilakukan Presiden Amerika Serikat terdahulu, John F. Kennedy alias JFK, yg menurut kaum bumi datar adalah contoh orang yg melawan elit global, hingga dibunuh secara misterius –tentu saja– oleh elit global. JFK berusaha melawan Federal Reserve (bank induk Amerika), yg menurut kaum bumi datar adalah bagian dari elit global. JFK tidak membuat gerakan anti-sains semacam faham bumi datar, tetapi langsung melawan pada sumber masalahnya. Kaum bumi datar sudah melakukan apa? Tentu selain koar-koar ala keyboard warrior di media sosial.

Jadi, jika kaum bumi datar sudah merasa tidak mampu lagi melawan kami –para pencinta ilmu ini– dalam debat ilmiah, maka berhentilah menyebarkan faham bumi datar ke khayalak. Daripada buang-buang waktu dan tenaga, apalagi uang, untuk mempelajari faham bumi datar yg salah dan sesat, atau ribut bertanya dan menyalahkan sains yg benar, lebih baik kaum bumi datar belajar ilmu pengetahuan yg benar dari sumber-sumber yg benar pula. Untuk melawan kejahatan skala besar seperti yg dilakukan elit global, kita perlu jadi orang-orang yg pintar dan berilmu tinggi, bukan malah jadi bodoh dan membodohi masyarakat.

Salam akal sehat! 😊

_____
– Gambar diambil dari sini.

Iklan