Mengenang Stephen Hawking

Pada tahun 1963, di usia yg masih sangat muda, 21 tahun, dokter menyatakan dirinya terkena penyakit ALS (amyotrophic lateral sclerosis), sebuah penyakit langka yg membuat tubuhnya lumpuh. Dokter bilang dia tidak akan bertahan hidup lebih dari 2 tahun. Pada tahun 1985, dokter bilang dia akan kehilangan suaranya. Tapi dia bertahan hingga tahun 2018 dan merupakan salah satu ilmuwan terbesar di dunia yg suaranya paling didengarkan. Jika ada keinginan kuat dan usaha keras, tak ada satu pun yg bisa menghalangi seorang manusia tangguh untuk mewujudkan mimpi-mimpinya, kecuali ajal menjemput.

an-unfettered-mind

Dia lahir pada tanggal yg sama dengan kematian Galelio Galilei, seorang ilmuwan besar di jamannya yg merintis ilmu astronomi modern heliosentris. Dia meninggal pada tanggal yg sama dengan kelahiran Albert Einstein, seorang ilmuwan terbesar sepanjang masa yg memberikan kita pemahaman baru terhadap ruang dan waktu. Hari π (14 Maret) seolah menjadi penghubung dua ilmuwan terbesar sepanjang masa ini. Mungkin ceritanya akan sedikit berbeda jika Hawking meninggal pada hari τ (28 Juni).

Tidak banyak orang tahu bahwa Stephen Hawking adalah seorang humoris yg suka bercanda. Dia bahkan pernah ber-stand-up comedy dalam beberapa acara, tentu sambil duduk di kursi rodanya. Sebagai seorang pria, Hawking pernah berkata, “Walaupun aku seorang doktor fisika, tapi wanita tetaplah misteri”. Ini bukti bahwa wanita memang makhluk yg sangat sulit dimengerti, yg bahkan seorang ilmuwan jenius pun tak mampu memahaminya. Menanggapi pemeran dirinya dalam film “The Theory of Everything” (2014), Eddie Redmayne, Hawking dengan bercanda berkata, “Penampilannya [Eddie] sangat bagus, sayang dia tidak setampan diriku.” Film tersebut menceritakan kisah hidup sang ilmuwan besar ini. Eddie menerima penghargaan Oscar sebagai Pemeran Pria Terbaik di film tersebut.

the-theory-of-everything

Rasanya semua orang pasti tahu atau –setidaknya– pernah mendengar buku “A Brief History of Time” (Sejarah Singkat Waktu) karya ilmuwan besar ini. Buku ini merupakan salah satu buku sains populer terlaris di dunia. Pertama kali terbit pada tahun 1988 dengan kata pengantar ditulis oleh Carl Sagan, yg masih terus dicetak ulang hingga hari ini. Dalam buku ini, Hawking menjelaskan berbagai fenomena alam menurut sains modern dengan bahasa yg relatif mudah dipahami orang yg awam sains. Dengan bahasa yg lugas, Hawking bisa menyembunyikan semua kerumitan fisika modern di balik fenomena alam dan menyajikan keajaiban alam semesta secara elegan dan mencerahkan.

a-brief-history-of-time

Seperti umumnya ilmuwan besar lainnya, Hawking adalah seorang jenius yg unik dan eksentrik. Dia kadang membuat pernyataan-pernyataan yg kontroversial dan mengundang pro-kontra. Walaupun Hawking dikenal sebagai seorang atheis (tidak percaya Tuhan), tapi dia sebenarnya tidak anti-Tuhan dan tidak pula anti-agama. Mungkin caranya menunjukkan pandangan teologisnya dianggap terlalu keras sehingga kadang mengusik kaum beragama. Salah satu pernyataannya yg cukup bikin heboh adalah “Sains modern sudah lengkap. Ketuhanan sudah tidak diperlukan lagi.” pada tahun 2010 dalam sebuah wawancara dengan media CNN. Pernyataan ini memicu tanggapan negatif baik dari kalangan agamis maupun kalangan ilmuwan sendiri.

Kini sang ilmuwan besar itu telah pergi. Baginya, mungkin ini merupakan kesempatan untuk membuktikan sendiri secara langsung apakah Tuhan itu betul-betul ada atau tidak. Namun demikian, semua orang di dunia akan selalu mengenang dia sebagai salah seorang manusia paling tangguh dalam menghadapi hidup. Prestasi gemilang sekaligus suka-duka kisah hidupnya akan terus menginspirasi banyak orang. Seperti yg pernah dikatakannya, “Sesulit apa pun hidup yg kita hadapi, selalu ada jalan untuk berbuat sesuatu dan meraih sukses. Yg paling penting adalah jangan pernah menyerah.”

Selamat jalan, begawan.

~Kaḳ Suata
14 Maret 2018

_____
– Gambar diambil dari sini, sini, dan sini.

Iklan